Breaking News:

Tingkatkan Likuiditas Pasar, BEI Siap Berlakukan Transaksi T+2

Bursa Efek Indonesia memastikan seluruh elemen pasar modal siap menjalankan kebijakan percepatan penyelesaian transaksi bursa

TRIBUNNEWS.COM/SYAHRIZAL
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam media gathering Pasar Modal 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, SOLOBursa Efek Indonesia memastikan seluruh elemen pasar modal siap menjalankan kebijakan percepatan penyelesaian transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2 pada 26 November 2018.

Dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi megatakan, dari sisi kesiapan industri, semua stakeholder dan manajer investasi menyatakan kesiapannya melalui hasil ujicoba yang keenam kali.

Inarno menyebut, masih ada satu kali lagi uji coba terakhir pada minggu depan yang melibatkan seluruh elemen di pasar modal yang mencakup Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia berserta seluruh anggota bursa dan Bank Kustodian.

“Beberapa minggu lalu masih ada beberapa Anggota Bursa yang belum siap, tapi kalau saya lihat kemarin sudah 100 persen mereka sudah siap," kata Inarno saat media gathering Pasar Modal, Jumat (16/11/2018) di Solo, Jawa Tengah.

Penyelesaian transaksi T+2 merupakan penyelesaian penyerahan efek oleh pihak penjual dan penyerahan dana oleh pihak pembeli, di mana dilakukan pada hari bursa ke-2 setelah terjadinya transaksi tersebut.

Baca: Bursa Efek Indonesia Mulai Antisipasi Dampak Tren Suku Bunga Tinggi

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widodo menilai penerapan transaksi T+2 telah dipraktikkan di berbagai bursa saham global seperti di Amerika Serikat Kanada, Jepang, hingga Arab Saudi.

“Penerapan transaksi T+2 best practice di dunia, karena lebih efisien, transaksinya bisa lebih cepat,” ungkap Laksono.

Laksono melanjutkan, dari sisi proses penyelesaian transaksi, dengan transaksi T+2, nantinya juga akan menurunkan biaya penyelesaian transaksi.

Selain itu, perputaran dana juga lebih cepat, sehingga likuditas di pasar akan lebih tinggi.

"Harapannya, sistem ini positif terhadap likuiditas pasar, tapi tergantung posisi market. Kemarin nilai transaksi harian sudah sempat mencapai Rp 9 triliun, lalu turun hanya Rp 6-7 triliun. Jadi, sulit lihat kuantitas. Tapi, dengan perputaran dua hari, ada 30 persen efisiensi waktu transaksi," tukasnya.

Berita Populer
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved