Inovasi Baru Kementan, Hasilkan Alsintan Kerjasama dengan PT Pindad

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menegaskan kementeriannya menerapkan kebijakan inovasi baru dalam Perubahan Kebijakan dan Regulasi pada 2018 ini.

Inovasi Baru Kementan, Hasilkan Alsintan Kerjasama dengan PT Pindad
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman saat menerima audiensi manajemen Tribun Network, di ruang kerjanya, di Kompleks Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menegaskan kementeriannya menerapkan kebijakan inovasi baru dalam Perubahan Kebijakan dan Regulasi pada 2018 ini.

Dalam pengembangan inovasi baru untuk dunia pertanian tanah air, ia selalu berfokus pada pembuatan alat mesin pertanian (alsintan) yang diproduksi di dalam negeri.

Ia bahkan menekankan bahwa prinsip kerjanya adalah tidak akan menggunakan alat yang diproduksi dari luar negeri.

"Semua ini buatan dalam negeri, aku nggak mau pakai buatan luar negeri, itu prinsip kerja saya," ujar Amran, di ruang kerjanya, di Kompleks Kementerian Pertanian RI, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019).

Baca: Update Kasus Pembunuhan Andriana Noven, Polisi Telah Periksa 28 Saksi

Alat tersebut disebut traktor dan dioperasikan menggunakan remote control, sehingga mesin tersebut bisa bekerja tanpa harus dikemudikan.

"Nanti kita bisa bertani, bisa bertani di Papua, kasih jalan, remote control, ini petanya (kita lihat), jalan, ngolah tanahnya ini (alatnya) tidak ada orang (yang mengemudikan), ini produksi kita ini," jelas Amran.

Mesin itu, kata Amran diproduksi di Serpong, Tangerang.

Kementerian Pertanian pun telah menggandeng PT Pindad yang biasa menghasilkan produk senjata, untuk memproduksi traktor yang akan memudahkan para petani dalam bercocok tanam.

"Ini di pertanian di Serpong, eskavator sudah produksi kita di Pindad, aku perintahkan 'you buat, masa senjata bisa buat, ini tidak', dia buat, jadi ini negara kita hebat-hebat (SDM nya)," kata Amran.

Tidak hanya itu, ia juga memberikan kesempatan bagi para generasi muda yang kreatif dalam bidang pertanian untuk menciptakan mesin yang bisa menuai, merontokkan hingga menampi.

Mesin tersebut dinamakan 'combine harvester' karena bisa beroperasi tiga tahapan dalam satu alat saja.

"Sampai saya berpikir mari saya pimpin teknologi, begitu saya kasih anak-anak kreatif, dia buat combine harvester," papar Amran.

Lebih lanjut Amran menyebut mesin tersebut sebagai traktor multifungsi karena praktis dan efektif menyatukan segala kebutuhan petani dalam satu alat.

"Ini buatan kita, Pindad ini, (alat) ini bisa ngolah, ini bisa mendorong, ini bisa bajak, bisa dibongkar-bongkar, jadi traktor multiguna, multifungsi," tandas Amran.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved