Senin, 13 April 2026

ATM Jangan ATP, Kunci Sukses Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang

CEO Biztalk, sebuah program pembinaan UMKM adakan seminar dengan tema "Building Sustainable Business for Indonesia"

Penulis: FX Ismanto
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
CEO Biztalk, sebuah program pembinaan UMKM adakan seminar dengan tema Building Sustainable Business for Indonesia, digelar oleh SBM ProIndonesia dengan menghadirkan nara sumber pasangan suami istri yaitu Anggara Jati dan Riska Wahyu, founder dan owner Lapis Bogor Sangkuriang dan fasilitator Budi Satria Isman (CEO Mikro Investindo), Kamis (24/1/2019) berlangsung di The Ice Palace. Lotte Shopping Avenue, Jalan Prof. DR. Satrio Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fx Ismanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CEO Biztalk, sebuah program pembinaan UMKM adakan seminar dengan tema "Building Sustainable Business for Indonesia", digelar oleh SBM ProIndonesia dengan menghadirkan nara sumber pasangan suami istri yaitu Anggara Jati dan Riska Wahyu, founder dan owner "Lapis Bogor Sangkuriang" dengan fasilitator Budi Satria Isman (CEO Mikro Investindo), pada Kamis (24/1/2019) berlangsung di The Ice Palace. Lotte Shopping Avenue, Jalan Prof. DR. Satrio Jakarta.

Dalam acara yang dihadiri puluhan peserta itu, pasangan itu mengaku berkat modal usaha Rp 500 ribu tujuh tahun lalu, usaha mereka kini sudah beromset ratusan miliar per tahun. Selain Lapis Bogor Sangkuriang, produk yang lain adalah Bolu Susu Lembang, Bakpia Kukus Tugu dan Lapis Kukus Surabaya.

Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM.
Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Anggara Jati dan Riska Wahyu adalah salah satu contoh pengusaha yang sukses dan meraih impiannya sebagai pengusaha bisnis kue. Namun untuk memulai kadang takut dan tidak tahu bagaimana caranya menjadi pengusaha dan kendala utama yang dihadapi. Untuk memotovasi cerita founder Lapis Bogor Sangkuriang ini mungkin bisa menginspirasi kita untuk memulai dan berani. 

Bagaimana mereka bisa sukses, menurut founder Lapis Bogor Sangkuriang itu diawali dengan keberanian dalam membuka bisnis. Sempat gagal beberapa kali dari beberapa usahanya seperti bakso, tapi bangkit lagi sampai akhirnya menemukan bisnis kue itu. 

Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM.
Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Produk kue itu ditemukan berkat menerapkan prinsip ATM (amati tiru modifikasi). Produk-produknya tak lain adalah makanan tradisional di beberapa daerah, tapi dimodifikasi sedemikian rupa, seperti Bakpia yang biasanya dipanggang oleh mereka dikukus. 

"Mau usaha tapi produknya apa, intinya ATM (amati tiru modifikasi), tapi jangan ATP (amati tiru plek)," terang Anggara Jati yang disepakati oleh sang istri Riska Wahyu, dalam acara CEO Biztalk dengan fasilitator Budi Satria Isman (CEO Mikro Investindo) digelar SBM ProIndonesia.

Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM.
Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Keberhasilan itu juga tak lepas dari peran partner bisnis. Partner bisnisnya yang utama menurut Anggara adalah istrinya sendiri. Dia mengibaratkan, kalau Anggara sebagai gas atau semangat yang tinggi, istrinya sebagai rem yang mengatur bisnis mereka. 

Riska Wahyu Istri Anggara Jati menambahkan, agar bisnisnya terus tumbuh, mereka terus menginvestasikan untuk kepentingan bisnis mereka agar terus menjadi besar. Seperti berekspansi ke Surabaya dan Yogyakarta, serta membeli alat-alat produksi. 

Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM.
Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Menurut Anggara lagi, keberhasilan mereka juga tidak lepas dari bimbingan dan mentor para ahli. Diketahui mereka adalah jebolan SBM ProIndonesia, sebuah lembaga pelatihan dan akselerasi bisnis. Dari sini mereka mendapatkan pelatihan manajerial, akuntansi dan ilmu lainnya yang dibutuhkan untuk memperbesar bisnis mereka. 

Sementara itu, Taufan CEO dari SBM ProIndonesia mengatakan, UMKM membutuhkan pelatihan dan pendampingan bisnis. Namun dengan keterbatasan biaya biasanya mereka kesulitan mendapatkan akses itu. SBM ProIndonesia menyediakan akses pelatihan dan pendampingan bisnis dengan biaya sangat murah. Khusus untuk UMKM Indonesia.

Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM,
Founder dan Owner Lapis Bogor Sangkuriang Narsum Seminar UMKM, (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

"Tahun 2019 kami ingin membantu entrepreneur di 50 kota di Indonesia untuk sama2 belajar dan sama2 naik kelas. Melalui pelatihan dan pendampingan bisnis yang kita selenggarakan. Sampai dengan 2018 SBM proindonesia diberikan kesempatan hadir dan membantu ribuan entrepreneur di 30 kota di Indonesia, " terang Taufan.

"Dan lanjutnya, salah satu sumberdaya penting di SBM ProIndonesia adalah keberadaan coach yg siap terjun dan membantu sahabat2 entrepreneur. Saat ini kami memiliki 80 coach dan mentor yg memiliki keahlian dan pengalaman dalam membangun bisnis, " pungkas Taufan CEO SBM ProIndonesia.

Baca:  Bebas dari Penjara Ahok Jadi YouTuber, Ernest Prakasa: Bentar Lagi Rumahnya Digrebeg

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved