Breaking News:

Politikus Gerindra Tolak LRT Disubsidi karena Tidak Terlalu Diminati Masyarakat

Anggota Komisi V DPR RI fraksi Gerindra, Bambang Haryo tak menyetujui subsidi yang diberikan untuk tarif Light Rail Transit (LRT).

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Anggota Komisi V DPR RI fraksi Gerindra, Bambang Haryo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI fraksi Gerindra, Bambang Haryo tak menyetujui subsidi yang diberikan untuk tarif Light Rail Transit (LRT).

Sebab, keberadaan LRT tersebut tidak terlalu diminati oleh masyarakat dan stasiun LRT itu hanya menuju kawasan elite semata.

Bambang mengatakan bahwa tarif moda transportasi tersebut seharusnya disesuaikan dengan tarif komersial yang ada.

Dirinya beralasan jika pemberhentian LRT tersebut hanya menyasar ke pemukiman masyarakat kalangan menegah ke atas.

Baca: Nyali Besar Menteri Susi: Sekalipun Jenderal yang Telepon Saya Tidak Takut

Sementara masyarakat kalangan bawah sulit mendapatkan akses.

"LRT itu seharusnya disesuaikan tarifnya dengan tarif komersial yang ada. Karena, LRT itu stasiunnya langsung ke daerah-daerah elite. Jadi, LRT ini tidak boleh disubsidi jadi harus dilepas ke pasar," ucap Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Dirinya pun mencontohkan terkait dengan keberadaan LRT di Palembang, Sumatera Selatan.

Bambang mengatakan jam operasional LRT di kawasan tersebut jauh di bawah jam operasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

"Seperti LRT yang ada di Palembang, dia beroperasional jauh di bawah jam operasi bandara. Pukul 07.00 WIB dia baru on, pukul 16.00 WIB sudah selesai. Padahal, bandara itu pukul 06.00 WIB sudah ada dan penerbangan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB," paparnya.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved