YLKI Apresiasi Pengoperasian Tol Trans Jawa dengan Sejumlah Catatan, Satu Diantaranya Rambu Jalan

Terkait rambu-rambu ini, Tulus juga meminta kepada para pengguna Tol Trans Jawa agar memprioritaskan istirahat saat bada mulai lelah ketika menyetir.

YLKI Apresiasi Pengoperasian Tol Trans Jawa dengan Sejumlah Catatan, Satu Diantaranya Rambu Jalan
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Pemandangan ruas tol Semarang-Batang KM 414 arah Gerbang Tol Mangkang, Kota Semarang, Selasa (18/12/2018). Ruas tol Semarang-Batang merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi memberikan apresiasi atas telah tersambungnya ruas Tol Trans Jawa mulai dari Merak, Banten hingga Surabaya, Jawa Timur.

Tulus menyatakan, tersambungnya sejumlah ruas jalan tol di koridor Trans Jawa membuat konektivitas antar daerah menjadi tercipta. Akses menuju destinasi tertentu menjadi lebih mudah dan cepat.

"Saya mengapresiasi tersambungnya Tol Trans Jawa. Ini saya kira suatu prestasi luar biasa," sebut Tulus Abadi. Sebelumnya Tulus sempat mengikuti Susur Trans Jawa mulai dari Jakarta menuju Semarang, Rabu (6/2/2019).

Dia menyebutkan, ruas tol Trans Jawa memberikan akses yang lebih cepat kepada masyarakat dengan waktu tempuh perjalanan yang lebih terukur ketimbang menggunakan jalan biasa atau jalan arteri. Selain itu, juga memberikan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik.

Dari hasil amatannya selama mengikuti kegiatan Susur Trans Jawa, Tulus menyodorkan beberapa catatan kepada pengelola Jalan Tol Trans Jawa. Satu diantaranya, agar menambah lagi rambu-rambu peringatan kepada pengguna jalan, terutama di jalur lurus.

Menurutnya, hal itu mendesak dilakukan demi menekan potensi kecelakaan lalu lintas karena selama ini pengemudi kendaraan roda empat belum terbiasa melintasi jalan lurus dengan trek yang sangat panjang.

Baca: Garuda Sudah Turunkan Harga Tiket, Menteri Budi Juga Minta Pertamina Turunkan Harga Avtur

"Soal aspek safety atau keamanan, saya memberikan catatan jangan sampai ketika kita tidak terbiasa dengan jalan tol yang panjang dan lurus kemudian menimbulkan rasa kantuk yang bisa memicu kecelakaan. Ini karena kita melakukan perjalanan yang sangat panjang," sebutnya.

Terkait rambu-rambu ini, Tulus juga meminta kepada para pengguna Tol Trans Jawa agar memprioritaskan istirahat saat bada mulai lelah ketika menyetir. 

"Jadi perlu ada rambu peringatan kalau pengemudi sudah capek, agar beristirahat sehingga driver tidak memaksakan diri mengemudi yang menyebabkan kecelakaan yang tidak diharapkan," bebernya.

Panjang ruas jalan Tol Trans Jawa saat ini mencapai 944,4 km. Setelah tersambung hingga Surabaya, ruas Trans Jawa akan menyambung lagi ke timur menuju Probolinggo kemudian berakhir di wilayah Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved