Rupiah Terperosok ke Level Rp 14.100 karena Permintaan Dollar AS Naik untuk Bayar Utang

Ekonom Sucor Sekuritas Luthfi Ridho menilai tren rupiah sekarang melemah karena beban negara yang membayar utang luar negeri.

Rupiah Terperosok ke Level Rp 14.100 karena Permintaan Dollar AS Naik untuk Bayar Utang
WARTA KOTA/henry lopulalan
Aktivitas penukaran uang di Money Changer VIP di Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin(8/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar AS setidaknya dalam sepekan belakang melemah ke level Rp 14.100 setelah sebelumnya rupiah sempat menguat di kisaran level Rp 13.900 per dollar AS.

Ekonom Sucor Sekuritas Luthfi Ridho menilai tren rupiah sekarang melemah karena beban negara yang membayar utang luar negeri. Transaksinya menggunakan dollar membuat permintaan mata uang negeri Paman Sam meningkat oleh pemerintah dalam negeri.

Namun, pencapain rupiah saat ini dinilai masih aman dan tidak terlalu dalam terkoreksi. Di sisi lain ini juga didorong oleh harga minyak yang dalam tren menguat tipis. “Sehingga rupiah melemah biasa-biasa saja,” Kata Luthfi kepada Kontan.co.id, Selasa (19/2/2019).

Mengutip Bloomberg pada Selasa (19/2/2019) rupiah menguat 0,03% menjadi Rp 14.103 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) melemah 0,11% menjadi Rp14.119 per dollar AS dibanding penutupan kemarin di Rp 14.106 per dollar AS. 

Baca: Bedah Interior All New Livina: Ada 4 Pilihan Pengaturan Kursi untuk Muat Barang Lebih Banyak

Sementara hari ini fokusnya datang dari pelemahan dollar AS. Mengingat AS sedang libur perayaan hari presiden.

Luthfi memprediksi rupiah pada perdagangan besok akan bergerak di level Rp 14.050-Rp 14.100 per dollar AS. Ia menegaskan kecenderungannya masih di level Rp 14.100 per dollar AS.

Laporan reporter Yusuf Imam Santoso 

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul:  Ekonom: Rupiah masuk level Rp 14.100 karena efek bayar utang

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved