Breaking News:

Per 1 Maret 2019, Aprindo Terapkan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey menyatakan komitmen bersama untuk mengurangi kantong belanja plastik sekali pakai (kresek) di semua gerai-gerainya.

TRIBUNNEWS.COM/REYNAS
Seminar Aprindo 

Kantong belanja plastik yang kini menjadi barang dagangan tersebut juga akan memberikan kontribusi kepada negara berupa pajak pertambahan nilai (PPN).

Baca: Ini Kata Asosiasi soal Perda Larangan Kantong Plastik

Selain itu, Aprindo merekomendasi penggunaan kantong belanja plastik sesuai SNI yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional (BSN) atas rekomendasi Pusat Standarisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu kantong plastik yang telah mempunyai kriteria mudah terurai (oxo degradable atau bio degradable).

Wacana pemerintah dalam pelarangan penyediaan kantong belanja plastik di toko ritel modern kurang sejalan dengan tujuan pengurangan dan pengelolaan sampah, yang tertera dalam Peraturan Pemerintah tahun 2012 pasal 1 ayat 3tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga & Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga serta Peraturan Presiden No.97/ 2017 pasal 3 ayat 2 tentang Kebijakan & Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga & Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Senior Marketing Ranch Market, Erna Esti Utami mengatakan sangat mendukung langkah dari Aprindo yakni menekan angka penggunaan plastik.

Bahkan pihaknya sudah mulai menerapkan paper bag sebagai opsi untuk konsumen membawa barang belanjanya.

“KPTG ini, kami konsisten terapkan sejak 2008. Plastik adalah opsi terakhir Di Ranch Market, kami tawarkan paper bag, lalu kami tawarkan kardus jika tidak mau barulah kami tawarkan pakai plastik,” paparnya.

Penulis: Reynas Abdila
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved