Breaking News:

Donald Trump Sindir The Fed, Trump: Penguatan Dollar Hancurkan Daya Saing Amerika

"Kami memiliki seseorang di The Fed yang menyukai pengetatan kuantitatif. Kami ingin dollar yang kuat, tetapi mari kita lebih masuk akal," ujar Donald

Chris McGrath/Getty Images
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, pada Juli 2018. 

TRIBUNNEWS.COM, OXON HILL -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperbarui kritiknya kepada the Federal Reserve, hari Sabtu (2/3/2019).  Mengutip Reuters, Trump menyatakan kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral AS itu berkontribusi pada penguatan dollar AS dan merusak daya saing AS.

"Kami memiliki seseorang di The Fed yang suka dollar sangat kuat," ujar Trump saat konferensi tahunan Conservative Political Action di Oxon Hill, Maryland.

"Saya ingin dollar yang kuat, tetap dolar yang  bagus untuk negara kita, bukan dollar yang begitu kuat sehingga menyulitkan kita berurusan dengan negara lain," ujar Trump.

Trump, yang menjadikan ekonomi sebagai bagian penting dari platform politiknya telah berulang kali mengkritik Federal Reserve dan ketuanya Jerome Powell, karena menaikkan suku bunga.

Setelah menaikkan suku bunga empat kali sepanjang tahun lalu, kini The Fed telah mengisyaratkan untuk lebih bersabar untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang prospek ekonomi di tengah volatiliats apsar keuangan, perlambatan ekonomi global dan perang dagang antara AS-China.

"Kami memiliki seseorang di The Fed yang menyukai pengetatan kuantitatif. Kami ingin dollar yang kuat, tetapi mari kita lebih masuk akal," ujar Donald Trump.

Baca: Citilink Terbangi Rute Baru Bandara Halim ke Bandung dan Lampung dengan ATR 72-600

"Bisakah Anda bayangkan jika kami meninggalkan (tidak menaikkan) suku bunga... jika kami tidak melakukan pengetatan kuantitatif, ini akan menyebabkan dollar sedikit lebih lemah."

Mata uang yang lebih lemah umumnya akan membuat ekspor lebih kompetitif.

Baca: BMKG Deteksi 43 Titik Panas di Wilayah Riau, Terbanyak di Kabupaten Kepulauan Meranti

Powell mengatakan tak akan terpengaruh oleh tekanan politik dan memberikan pernyataan yang jelas tentang independensi The Fed pada awal Januari saat ia menyatakan tak akan mengundurkan diri, bahkan jika Trump memintanya untuk mundur.

Hal ini menyusul laporan pada pertengahan Desember bahwa Trump dan para penasihatnya telah membahas pemecatan Powell setelah The Fed menaikkan suku bunga lagi.

Saat ini suku bunga pinjaman overnight The Fed ada di kisaran 2,25%-2,5%.

Herlina Kartika/Sumber : Reuters 

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Kembali menyindir The Fed, Trump: Dollar yang kuat menghancurkan daya saing AS

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved