Terapkan Bagasi Gratis hingga 50 Kg, Penumpang PELNI Naik 28 Persen

Yahyo Kuncoro mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan pada Februari 2019 sebesar 42 persen cukup menggembirakan bagi PELNI.

Terapkan Bagasi Gratis hingga 50 Kg, Penumpang PELNI Naik 28 Persen
TRIBUNNEWS.COM/IST
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) - PELNI kembali mendapat penugasan dari Kementerian Perhubungan untuk menyelenggarakan angkutan bantuan kemanusiaan bagi korban tsunami Selat Sunda dengan KM. Sabuk Nusantara 66, Selasa (25/12/2018). Kapal akan berangkat pukul 21.00 dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta menuju Pulau Sebesi. TRIBUNNEWS.COM/IST 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM – Upaya PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI memberikan bagasi gratis hingga 50 kilogram kepada penumpang berdampak positif bagi kinerja perusahaan. Pengguna kapal PELNI selama dua bulan awal tahun ini naik rata-rata sebanyak 28 persen dari 515.208 menjadi 658.094 pelanggan.

Secara rinci, jumlah penumpang naik 21 persen dari 343.965 pada Januari 2018 menjadi 414.649 pelanggan di Januari 2019. Sementara pada Februari 2018-2019 naik dari 171.243 menjadi 243.445 pelanggan atau naik 42 persen.

Plh. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahyo Kuncoro mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan pada Februari 2019 sebesar 42 persen cukup menggembirakan bagi PELNI.

“Kenaikan jumlah pelanggan secara berturut-turut dalam 2 bulan rata-rata naik 28 persen”, kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (6/3/2018).

Baca: Selain Bebaskan Bea Bagasi 50 Kg, PELNI Juga Punya Produk Redpack

Yahya memprediksi kenaikan jumlah pelanggan akan terus tumbuh seiring peningkatan pelayanan yang semakin membaik di cabang dan di kapal.

Menurutnya, kemudahan memperoleh tiket yang bisa diakses dengan smartphone, cara pembayaran dengan kartu debit dan kebijakan free bagasi hingga 50 kg untuk setiap penumpang di semua rute, telah memberikan kontribusi dalam meningkatnya pengguna jasa kapal PELNI.

Dari data penjualan, kenaikan pelanggan terjadi pada rute Jakarta-Belawan, Jakarta-Makasar, Surabaya-Makasar dan Jakarta-Ambon untuk rute jarak jauh.

Sedangkan pada rute jarak pendek, terjadi kenaikan pada ruas Makasar-Baubau, Makasar-Ambon, Batam-Belawan dan Ambon-Bandaneira.

”Kenaikan terjadi setiap pemberangkatan kapal. Ini menunjukan PELNI masih dibutuhkan dan menjadi alternatif transportasi antar pulau bagi masyarakat Indonesia sebagai negara kepulauan”, tegas Yahya.

Untuk melayani penumpang secara reguler dengan jadwal tetap, PELNI saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang dengan trayek menjelajah seluruh nusantara terdiri dari tipe 3000 pax 1 unit, tipe 2000 pax 11 unit di mana 2 unit di antaranya dapat mengangkut orang, kendaraan dan kontianer, tipe 1000 pax 9 unit, tipe 500 pax 3 unit dan 2 unit tipe Roro serta 46 kapal perintis, selain itu PELNI juga mengoperasikan kapal Tol Laut, kapal ternak, dan kapal barang komersial ke berbagai rute.

“Kapal perintis untuk menghubungkan daerah maju ke daerah terpencil, tertinggal, terdepan dan perbatasan (T3P)," pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved