Pertamina Akan Dirikan Pertashop di 10.000 Lokasi

Pertashop merupakan layanan Pertamina untuk membuka akses energi bagi masyarakat di pedesaan terutama daerah terpencil

Pertamina Akan Dirikan Pertashop di 10.000 Lokasi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mobil tangki BBM melintas di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta, Selasa (8/5/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) serius mengembangkan jaringan Pertashop hingga ke kawasan pedesaan. Untuk itu, perusahaan migas plat merah itu menggandeng sejumlah BUMN lain dalam penyediaan dan fabrikasi sarana-prasarana jaringan Pertashop Pertamina.

BUMN yang digaet Pertamina adalah PT Pindad (Persero), PT Len Industri (Persero) & PT Barata Indonesia (Persero). Kerjasama yang dilakukan adalah dengan memberikan pelayanan penyediaan BBM, LPG dan Pelumas kepada masyarakat melalui jaringan Pertashop.

Kerjasama tersebut dituangkan melalui penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid, Direktur Utama Pindad Abraham Mose, Direktur Utama Len Industri Zakky Gamal Yasin, dan Direktur Utama Barata Indonesia Oksarlidady Arifin di kantor pusat Pertamina, Rabu (6/3/2019).

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid mengatakan penyediaan sarana dan prasarana jaringan Pertashop harus sesuai dengan standard dan spesifikasi yang ditetapkan oleh Pertamina dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pertashop merupakan layanan Pertamina untuk membuka akses energi bagi masyarakat di pedesaan terutama daerah terpencil dengan menyediakan One Stop Pertamina Product yaitu BBM, LPG dan Pelumas.

Baca: Menuai Kritikan, Kementerian Perdagangan Evaluasi Kebijakan Post Border

"Pertamina ingin mendekatkan pelayanan BBM di setiap desa, dengan sasaran 10.000 titik di tahun 2019,” ungkap Mas’ud melalui keterangan tertulisnya.

Dalam operasionalnya, Mas'ud mengatakan bahwa Pertashop akan bekerjasama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), usaha kecil, lembaga sosial dan pesantren. Harapannya, masyarakat pedesaan bisa lebih mudah mengakses produk-produk Pertamina sehingga bisa berdampak pada pengembangan berbagai pelaku usaha di pedesaan seperti petani, nelayan, bengkel, hingga home industri.

Sebgai informasi, Pertamina menyediakan tiga varian Pertashop yang bisa dikerjasamakan dengan BUMDes, pengusaha kecil dan lembaga sosial atau keagamaan.

Yakni Silver dengan kapasitas 1.000 liter, Gold berkapasitas 3.000 liter dan Platinum dengan kapasitas 5.000 liter. Syarat menjadi mitra Pertamina adalah memiliki luas bangunan minimal 4 x 5 meter. 

Baca: Pengorbanan Oleh Saudara Kandung, Pramono Edie Donorkan Sumsum Tulang Belakang untuk Ani Yudhoyono

Berbagai keuntungan dalam Pertashop antara lain, menjadi lembaga resmi penyalur Pertamina dan harga di bawah harga pengecer. Untuk layanan Pertashop di daerah terpencil terutama yang belum teraliri listrik PLN, maka layanan ini akan menggunakan pembangkit listrik tenaga matahari sebagai pemanfaatan energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Sebagai pilot project, saat ini, Pertamina telah menghadirkan 11 unit Pertashop di Jawa Barat, meliputi Sukabumi sebanyak 8 titik dan di Ciamis 2 titik dengan menggandeng BUMDes. Selain itu, Pertamina juga menghadirkan satu unit Pertashop di Garut dengan menggandeng pesantren.

“Pada pelaksanaannya, Pertashop juga menyediakan beberapa kebutuhan masyarakat desa terutama produk-produk dari BUMN," tandas Mas'ud.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana 

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Gandeng BUMN lain, Pertamina dirikan Pertashop di 10.000 titik tahun ini
 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved