Eksklusif Tribunnews

Menhub Budi Karya: Soal Boeing 787 Max 8, Tak Boleh Spekulasi

Karena kami masih menunggu bisa berkomunikasi dengan regulator. Kemarin kami sudah panggil FAA dan Boeing, tapi tidak tahu kapan mereka akan datang.

Menhub Budi Karya: Soal Boeing 787 Max 8, Tak Boleh Spekulasi
TRIBUNNEWS.COM/RIZAL BOMANTAMA
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-Penangguhan operasional pesawat terbang jenis Boeing 787 Max 8 akhirnya dilakukan oleh otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA) dan Boeing sendiri setelah sebelumnya dilakukan sejumlah negara termasuk Indonesia melalui Kementerian Perhubungan.

Diketahui ada 11 pesawat jenis tersebut yang 10 di antaranya dioperasikan maskapai Lion Air dan 1 lainnya dioperasikan Garuda Indonesia.

Penangguhan operasional itu dilakukan setelah pesawat jenis tersebut yang dioperasikan Ethiopian Airlines jatuh di Kota Bishoffu, Ethiopia hanya beberapa menit setelah lepas landas pada tanggal 10 Maret 2019 lalu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin untuk melakukan penangguhan operasional lebih cepat dari dua institusi internasional itu untuk meyakinkan meyakinkan serta menjamin keamanan penumpang.

Baca: Kemenhub Diminta Kembalikan Boeing 737 Max 8

Berikut petikan wawancara Tribunnews.com dengan pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, sesaat setelah meresmikan terminal baru Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Banga Belitung, Kamis (14/3/2019).

Ada perkembangan terbaru soal Boeing 787 Max 8?
Menhub: Kami sudah mengirimkan tim ke Addis Ababa (ibukota Ethiopia) untuk menggali informasi terbaru, tapi saya dengar FAA dan Boeing sudah ikut melakukan penangguhan penerbangan.

Kami evaluasi hal ini karena kita berprinsip mengutamakan keselamatan sehingga tidak ada ruang untuk berspekulasi, selanjutnya kami akan berusaha berkomunikasi dengan regulator dari Amerika Serikat dalam hal ini FAA dan dari Eropa untuk melihat kasusnya sebenarnya seperti apa.

Kalau yang dilihat Kemenhub sekarang seperti apa penyebabnya?
Menhub: Kasus Ethiopian Airlines itu berbeda dengan Lion Air PK-LQP di Karawang, mereka masuk enam menit ketinggian baru seribu meter, landing gear mereka belum naik, kalau dievaluasi pasti ada hal lain.
Apakah ada kesamaan?
Menhub: Kalau kesamaan adanya masalah pada otomasinya.

Kira-kira penangguhan penerbangan kapan akan dicabut?
Menhub: Sebelumnya kita menetapkan evaluasi selama seminggu tapi dengan penangguhan yang dilakukan FAA dan Boeing sendiri menyebabkan evaluasi mungkin bisa lebih dari seminggu.

Karena kami masih menunggu bisa berkomunikasi dengan regulator. Kemarin kami sudah panggil FAA dan Boeing, tapi tidak tahu kapan mereka akan datang.

Sudah komunikasi dengan maskapai yang menerbangkan Boeing 787 Max 8 di Indonesia?
Menhub: Kami koordinasi intensif sekali dengan Lion Air dan Garuda karena komitmen untuk mengutamakan keselamatan penumpang, mereka juga sudah kami beritahu bahwa penangguhan bisa berlangsung lebih dari seminggu.

Baca: Kemenhub : Sudah Empat Pesawat Boeing 737 Max 8 Diperiksa

Bagaimana mengatasi membeludaknya permintaan karena armada yang makin berkurang?
Menhub: Sampai saat ini tidak ada kekurangan.  Lalu ada pembahasan ‘b to b’ antara pabrik Boeing dan maskapai mengenai asuransi terkait keterisian, tapi itu urusan di antara mereka.

Apakah nantinya pemerintah menganjurkan ‘recall’ bagi maskapai yang sudah terlanjur membeli pesawat terbang jenis tersebut?

Menhub: Kita harus optimis menghadapi segala kemungkinan, kami juga ingin menciptakan situasi kondusif bagi maskapai dengan tidak berlaku konservatif meniadakan atau memangkas, sembari membawa semangat menomorsatukan keselamatan, seimbang antara menghindari atau memberi semangat.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved