Sertifikat Halal MUI Bukan Hanya Tentramkan Hati Konsumen, Juga Tentramkan Hati Produsennya

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul terima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal tersebut disampaikan oleh Lukmanul Hakim sela

Sertifikat Halal MUI Bukan Hanya Tentramkan Hati Konsumen, Juga Tentramkan Hati Produsennya
Istimewa

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul terima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal tersebut disampaikan oleh Lukmanul Hakim selaku Direktur Lembaga Pengkajian, Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika (LP POM) MUI di Agrowisata Sido Muncul pada Selasa (19/3/2019) sore setelah melakukan kunjungan ke Pabrik Cairan Obat Dalam (COD) dan Laboratorium Sido Muncul.

Lukman didampingi oleh Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan sebanyak 241 produk Sido Muncul telah menerima sertifikat halal.

"Sesungguhnya sertifikat halal sudah terbit dengan proses normal dan sebagaimana mestinya prosesnya. Kami sangat bangga karena Sido Muncul memiliki sertifikat halal karena seluruh produk Sido Muncul seperti Tolak Angin, Tolak Linu, Kuku Bima, dan lain sebagai produk dengan kearifan lokal harus memiliki competitive advantage untuk bersaing di dunia internasional," terang Lukmanul Hakim.

Lukman menambahkan, adanya sertifikat halal tersebut merupakan bentuk perlindungan secara lokal, karena sertifikat halal memiliki dua fungsi. Fungsi tersebut ialah untuk memuaskan konsumen yang peduli akan jaminan halal sebuah produk dan keunggulan bersaing.

Sebagai negara yang terbuka pada produk sejenis dari negara lain di Asia, Indonesia memiliki produk lokal yang memiliki nilai banding bagi produk lain yang akan masuk ke Indonesia.

"Inilah dukungan MUI sebagai produk dengan kearifan lokal, yakni jamu yang merupakan produk tradisional yang dilakukan secara modern. Bahkan saya terkesima dengan proses pembuatannya," ujar Lukman.

Menurutnya level proses produksi Sido Muncul sudah terstandar nasional, didukung kekuatan riset dan pengembangan, scale up facilities, dan laboratorium untuk kontrol secara 24 jam.

Inilah produk tradisional yang dilakukan secara serius dan luar biasa. Selain itu, Lukman pun mengatakan mengacu pada Undang-Undang Produk Halal Nomor 23 Tahun 2014 bahwa rencananya tahun 2019 pemberlakukan mandatori halal bahwa semua produk yang masuk dan berdagang di Indonesia harus memiliki sertifikat halal. Sertifikat halal MUI berlaku dua tahun dan selanjutnya akan dilakukan inspeksi oleh MUI untuk konsistensinya.

"One step a head, Sido Muncul sudah selangkah di depan memenuhi standar itu," tambah Lukman

Irwan menyampaikan bahwa sertifikat halal dari MUI tersebut merupakan sebuah jaminan bahwa apa yang dikonsumsi oleh konsumen terhindar dari logam berat, aflatoksin, pupuk, pestisida, dan bahan yang haram seperti mengandung babi.

Pihaknya ingin memastikan bahwa konsumen menerima produk Sido Muncul yang bebas dari bahan berbahaya dan haram tersebut karena sebagian besar konsumennya di Indonesia beragama Islam.

"Selain 241 produk itu, Sido Muncul akan mengajukan 20-30 an item produk lainnya untuk mendapatkan sertifikat halal," ujar Irwan.

Melalui sertifikat halal tersebut, Irwan berharap dapat menangkal kabar hoaks tentang kualitas dan bahan prodyuknya. Guna mempersiapkan sertifikat halal tersebut, pihaknya memakan waktu delapan bulan karena terdapat beberapa perbaikan yang dilengkapi Sido Muncul, seperti training dan ujian untuk lima puluh karyawan oleh MUI.

Setelah mendapat sertifikat halal bagaimana menjaga konsistensi dan mempersiapkan tim untuk manajemen halal. Setelah mendapatkan sertifikat halal, Sido Muncul akan mendapatkan nomor registrasi dan QR code MUI. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved