Breaking News:

Jokowi-Maruf Miliki Strategi Prioritas Pembangunan Berbasis Pemberdayaan UMK kata Soetrisno Bachir

Soetrisno Bachir mengakui pasangan Jokowi-Maruf memiliki strategi prioritas pembangunan yang berbasis pada pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK).

ist
Soetrisno Bachir saat Dialog Ekonomi Kerakyatan dan Launching Koperasi Galang Visi Nusantara di Auditorium FMIPA IPB, Bogor, Minggu (24/3/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir mengakui pasangan Jokowi-Maruf memiliki strategi prioritas pembangunan yang berbasis pada pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK). Karena itu, kalangan UMK perlu mendukungnya agar terpilih kembali untuk satu periode berikutnya, yaitu 2019-2024.

“Jokowi adalah pengusaha yang paham apa itu ekonomi kerakyatan, sedangkan KH. Maruf adalah tokoh ekonomi syariah. Kolaborasi pasangan ini mengerucut pada penguatan kebijakan ekonomi yang berbasis kerakyatan,” ungkap Soetrisno Bachir saat Dialog Ekonomi Kerakyatan dan Launching Koperasi Galang Visi Nusantara di Auditorium FMIPA IPB, Bogor, Minggu (24/3/2019).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 orang dari berbagai kalangan usahawan mikro dan kecil.

Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Jokowi diakuinya merumuskan ekonomi kerakyatan melalui suatu program pembangunan yang terintegrasi dari kementerian/badan dengan kebijakan pembangunan pemerintah daerah.

Dengan begitu, integrasi ini dapat menaikan keunggulan dari suatu produk barang (goods) dari sejumlah lapangan usaha sehingga mampu bersaing dalam pasar domestik maupun internasional.

“Integrasi ini menciptakan industrialisasi sehingga memberikan nilai tambah bagi UMK dan meningkatkan daya serap lapangan kerja,” tutur Soetrisno.

Presiden Jokowi diakui pria Pekalongan berlatar belakang pengusaha ini sudah mengingatkan pentingnya industrialisasi dalam memajukan UMK. Sebab hal ini akan menurunkan ketergantungan Indonesia pada produk barang dan jasa impor.

Lebih jelasnya, kata Soetrisno, pemerintah makin memberdayakan UMK, tetapi tetap mendorong perkembangan usaha menengah dan besar (UMB). Keduanya sudah memiliki bidangnya masing-masing sehingga dapat menciptakan sinergi antar badan usaha.

Pemberdayaan UMK melalui sejumlah program yang sudah digulirkan seperti penurunan bunga kredit dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 7% dari sebelumnya 12%, penerbitan sertifikat tanah, pemberian modal untuk mendirikan dan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), dan pemberdayaan koperasi.

Penurunan suku bunga KUR memperkuat permodalan di kalangan UMK. Sudah bukan rahasia lagi bila kelompok usaha ini sulit mengakses perbankan untuk memperoleh modal usaha. Kalaupun mendapatkannya akan dikenakan suku bunga yang sangat tinggi.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved