Breaking News:

Dorong Santri Jadi Wiraswasta, Kemenperin Berikan Alat-Alat Produksi Roti

Upaya konkret yang dilakukan pemerintah untuk mendorong jiwa wirausaha para santri, antara lain memfasilitasi dengan alat-alat produksi.

Dok
Menperin Airlangga saat mengunjungi Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah di Sragen 

Selain itu, pondok pesantren telah dikenal menjadi tempat untuk menempa para santri yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur, ulet, jujur, serta pekerja keras.

“Pondok pesantren juga memiliki potensi pemberdayaan ekonomi, mengingat sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan koperasi, mengembangkan berbagai unit bisnis atau industri berskala kecil dan menengah, dan memiliki inkubator bisnis. Seluruh potensi ini merupakan modal yang cukup kuat dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” paparnya.

"Dalam jangkauan lebih luas, agar bantuan berupa alat produksi bisa dimanfaatkan secara optimal, Kemenperin sudah memetakan kebutuhan di setiap pondok pesantren di masing-masing daerah," pungkasnya.

Bina 3000 Santri

Berdasarkan data Kemenperin, sampai dengan tahun 2018, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin telah melatih sebanyak 5.945 pelaku IKM di seluruh Indonesia dan membukukan transaksi lebih dari 1,3 miliar pada tahun 2018 yang lalu, naik 773 persen dari transaksi tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp168 juta.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, tujuan dari kegiatan Santripreneur adalah menumbuhkan wirausaha baru di kalangan para santri, sehingga santri dapat menciptakan usaha-usaha baru di bidang industri.

Gati menambahkan, hingga saat ini, pihaknya telah membina sebanyak 22 pondok pesantren dengan lebih dari 3000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan.

"Cakupan ruang lingkup pembinaan kami, di antaranya pelatihan produksi dan bantuan mesin atau peralatan di bidang olahan pangan dan minuman (roti dan kopi), perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair," ungkapnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved