Superblock Sakura Garden City Buka Marketing Gallery di Cipayung, Jaktim

Sakura Garden City dibangun pengembang asal Jepang, Daiwa House dan Join yang berkolaborasi dengan perusahaan lokal Trivo Group

Superblock Sakura Garden City Buka Marketing Gallery di Cipayung, Jaktim
Ria Anatasia
Sayana Integra Properti, perusahaan joint venture property dari Daiwa House, Trivo dan JOIN, secara resmi membuka Marketing Gallery untuk proyek superblock Sakura Garden City di area lokasi Cipayung, Jakarta Timur, 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Sayana Integra Properti, perusahaan joint venture property dari Daiwa House, Trivo dan JOIN, secara resmi membuka Marketing Gallery untuk proyek superblock Sakura Garden City di area lokasi Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (27/4/2019).

Sakura Garden City dibangun pengembang asal Jepang, Daiwa House dan Join yang berkolaborasi dengan perusahaan lokal Trivo Group. Mereka mengibarkan bendera PT Sayana Integra Properti dengan komposisi saham 60 persen untuk Daiwa-Join dan 40 persen sisanya di tangan Trivio.

"Untuk mempermudah pemasaran, hari ini kami pembukaan marketing gallery. Superblok inu berkonsep kota dalam kota, dalam tanah 10 hektar ada fasilitas segalanya digabungkan konsep TOD (transit oriented development), ruang hijau terbuka dan pedestrian friendly," kata CEO Sayana Integra Nobuya Ichiki saat jumpa pers di lokasi.

Baca: Ratusan Buruh Unjuk Rasa di Mojoanyar Mojokerto, Tuntut Diikutkan BPJS dan Kenaikan Upah

Pembangunan proyek ini dilakukan sejak 21 Juli 2018 lalu di atas lahan seluas 10 hektar untuk mendirikan 12 tower berkapasitas 5 000 unit. Kedepannya SGC akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, ruko, hotel premier, gedung perkantoran, dan pusat F&B di dalam satu kawasan.

Adapun estimasi total investasi senilai 800 juta dolar AS.

"Kami juga pilih vendor supplier rata-rata merk Jepang, misalnya Daikin, Toto, Mitsubishi. Kita bangun materi, supervisi serta metodologi dari jepang. Pengelolaan kami siapkan anak perusahaan Daiwa Life Next. Ini agar pembeli dapat unit-unit gedung yang kokoh dan terawat," jelas dia.

Selain itu, Ichiki mengatakan pihaknya fokus membangun hunian terintegrasi trasit oriented development melalui stasiun LRT Ciracas.

"Kami sudah berbicara dengan pak Bambang (Bambang Prihartono Kepala BPTJ) untuk persiapkan fasilitas, termasuk crossing bridge," kata dia.

Saat ini, pembangunan tengah melalui fase pertama, di mana akandikembangkan 4 tower apartemen dengan kapasitas 2.200 unit dan 90 ruko.

"Per hari ini seluruh pekerjaan fondasi selesai, mulai gali basement akhir 2020 pekerjaan selesai, dan bisa mulai serah terima pada 2021-2022," pungkasnya.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved