Laporan Terbaru Survei AFTECH: Industri Fintech dan Inklusi Keuangan Tumbuh Mengesankan

Lebih dari 70 persen fintech startups di Indonesia fokus memberikan layanan kepada segmen yang tidak terlayani oleh perbankan

Laporan Terbaru Survei AFTECH: Industri Fintech dan Inklusi Keuangan Tumbuh Mengesankan
HANDOUT
Diskusi dan launching AFTECH Annual Member Survey di Jakarta, Kamis (2/5/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri fintech di Indonesia dinilai tumbuh signifikan seperti ditunjukan dari hasil riset tahunan terbaru yang diterbitkn oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bertajuk AFTECH Annual Member Suvey Report yang dipublikasikan Kamis (2/5/2019).

Dalam laporannya, AFTECH menyebutkan, tren pertumbuhan tersebut dapat dilihat antara lain dari peningkatan jumlah start-up, total investasi yang masuk di sektor tersebut, serta tingkat penggunaan solusi fintech dalam masyarakat sepanjang 2018.

Terkait adopsi dari solusi fintech di masyarakat saat ini masih didominasi oleh vertikal sistem pembayaran dan pinjaman online.

Meningkatnya penggunaan solusi fintech di masyarakat memberikan kontribusi positif pada inklusi keuangan. Melalui produk-produk keuangan berbasis inovasi dan teknologi yang ditawarkannya, fintech startups memiliki kemampuan untuk mendorong inklusi keuangan secara lebih di masa yang akan datang.

Hasil survei yang dilakukan AFTECH menunjukkan, lebih dari 70% fintech startups fokus memberikan layanan kepada segmen yang tidak terlayani oleh perbankan (unbanked and underbanked).

Hasil survei juga menunjukkan bahwa sedikitnya 85% responden melihat potensi adopsi fintech di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Apabila potensi ini berhasil untuk terus dikembangkan maka inklusi keuangan di Indonesia akan terus meningkat.

Upaya untuk mengembangkan industri fintech sangat dipengaruhi oleh kejelasan regulasi.

Baca: Tukang Lap Mobil di Pameran Otomotif, Profesi Penting yang Kerap Diremehkan

Menurut sebagian besar responden dari AFTECH Annual Member Survey, pemerintah telah memberikan dukungan yang cukup, meskipun masih dapat ditingkatkan terutama dalam bentuk proses perizinan yang lebih cepat, kejelasan dan  transparansi dari peraturan-peraturan terkait, peningkatan volume dialog publik (terutama dengan industri) saat melakukan penyusunan peraturan perundangundangan terkait, serta dukungan atas program literasi keuangan.

Regulasi terkait eKYC (Know Your Customer) menjadi perhatian dari seluruh responden di seluruh vertikal fintech.
Faktor selanjutnya yang mendukung perkembangan industri fintech adalah infrastruktur.

Baca: Ada Diskon Ratusan Ribu Rupiah untuk Pembelian Sarung Jok Motor Anti Panas di Accura Trax

Konektivitas internet, e-KYC, keberadaan fraud database, serta cloud infrastructure merupakan infrastruktur penting bagi fintech startups. Responden masih mengalami tantangan dalam mengakses beberapa dari infrastruktur penting ini karena terkait dengan implementasi dari regulasi teknis.

Survei AFTECH juga menunjukkan bahwa prinsip-prinsip perlindungan konsumen adalah penting bagi
fintech startups, terutama yang berkaitan dengan: data privacy dan data security.

Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) juga merupakan faktor penting yang mendukung pertumbuhan industri fintech di Indonesia. Dua keahlian yang sangat dibutuhkan oleh industri fintech adalah data analytics dan programming.

Untuk mengatasi permasalahan keterbatasan jumlah tenaga kerja terampil, fintech startups mengadakan pelatihan in-house secara rutin, serta melakukan rekruitmen melalui perguruan tinggi atau dari perusahaan lain di sektor jasa keuangan.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved