Maskapai Penerbangan Gelar Pelatihan Penanganan Bom di Bandara Ngurah Rai

Skenario dari pelatihan yang digelar memfokuskan pada alur komunikasi internal, seperti sistem pelaporan kepada pihak terkait

Maskapai Penerbangan Gelar Pelatihan Penanganan Bom di Bandara Ngurah Rai
TRIBUNNEWS/FEBBY MAHENDRA PUTRA
Dirjen Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti (kanan) berbincang dengan awak Tribunnews.com saat berkunjung ke kantor Redaksi Tribun, di Palmerah Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019). TRIBUNNEWS/FEBBY MAHENDRA PUTRA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai penerbangan internasional Korean Air menggelar latihan penanganan ancaman bon atau bomb threat mengantisipasi kondisi gawat darurat di bandara.
Pelatihan yang bersifat Table Top Aircraft Operator Contingency itu berlangsung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Rabu (22/5/2019). 

Skenario dari pelatihan yang digelar memfokuskan pada alur komunikasi internal, seperti sistem pelaporan kepada pihak terkait dalam hal penanganan ancaman bom.

"Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada maskapai (Korean Air) yang telah melaksanakan kegiatan pelatihan tersebut, dan berharap kegiatan itu bisa dilakukan secara kontinyu guna meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan kondisi ancaman bom yang menggangu keamanan penerbangan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti di Jakarta, Kamis (23/5/2019). 

Baca: Cerita Haru Tentang Bachtiar Alamsyah, Warga Batuceper Korban Meninggal di Aksi 22 Mei

Menurut Polana, pelatihan bomb threat ini merujuk pada  Permenhub No. 80/2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional. Diharapkan pelatihan tersebut dapat diikuti oleh maskapai nasional maupun internasional lainnya.

Polana menambahkan, pelatihan ini adalah untuk keselamatan penerbangan karena itu merupakan prioritas. 

Baca: Tulisan Terakhir Ustadz Arifin Sebelum Meninggal, Bismillah, Jumpa dengan Allah. . .

"Selain itu, mempertahanakan tingkat keamanan bandar udara dan angkutan udara dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi calon pengguna jasa angkutan udara," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Denpasar, Elfi Amir mengatakan, pelatihan ini diperlukan dan sangat penting untuk melatih kesiapsiagaan personil pesawat udara, terutama dalam menghadapi keadaan gawat darurat.

“Maksud tujuannya dilakukan pelatihan juga sebagai rencana tindakan korektif dan target penyelesaian hasil audit keamanan penerbangan Korean Air Denpasar,” kata Elfi.

Pelatihan bomb threat, lanjutnya, meliputi penanganan jika terjadi ancaman bom yang ditunjukan ke pesawat udara pada saat di darat, penanganan jika terjadi ancaman bom yang ditunjukan ke pesawat udara pada saat di udara serta penanganan jika terjadi ancaman bom di check-in counter saat proses check-in.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved