Angkasa Pura I Akui Lion Air Minta Penangguhan Biaya Jasa Bandara

Presiden Direktur PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengakui pihak Lion Air meminta penangguhan biaya jasa bandara

Angkasa Pura I Akui Lion Air Minta Penangguhan Biaya Jasa Bandara
Dok. Angkasa Pura I
Lion Air 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Direktur PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengakui pihak Lion Air meminta penangguhan biaya jasa bandara untuk beberapa bulan.

Namun demikian, Fahmi mengatakan isu penangguhan pembayaran itu merupakan isu lama. Menurutnya, masalah itu sudah dibahas dan sudah tidak ada masalah.

"Itu sebenarnya berita lama. Itu sempat ada diskusi pembahasan. Tapi sebenarnya sudah tidak ada masalah," kata Fahmi di sela-sela acara halal bihalal Kementerian BUMN di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Fahmi menampik surat permintaan penangguhan itu dilayangkan baru-baru ini oleh pihak Lion Air seperti yang diberitakan. Dia mengatakan, permohonan penangguhan itu telah terjadi sejak Januari 2019.

"Enggak, itu surat lama. Sudah ada pembicaraan dengan kita dan sudah ada diskusi. Cuma yang saya kaget kok baru muncul sekarang. Itu 'kan sudah lama sekali, Januari 2019," ungkap Fahmi.

Baca: KPU Beberkan Alasan Kenapa Data Hasil Real Count di Situng KPU Tak Pernah 100%

Fahmi pun mengaku tidak ada maskapai lain yang memohon penangguhan pembayaran biaya sewa bandara selain Lion Air.

Meski mengakui Lion Air menunda pembayaran, dia enggan menyebutkan berapa kisaran angka yang mesti Lion Air bayar hingga memohon penangguhan.

"Saya enggak hapal angkanya. Kisaran miliar atau triliun saya enggak hapal angkanya," ungkap Fahmi.

Sebelumnya diberitakan, Lion Air melayangkan surat penundaan pembayaran jasa kebandaraan di kuartal I 2019, mulai Januari-Maret 2019 kepada AP I. Hal tersebut diakui oleh pihak maskapai berlogo singa merah itu akibat tekanan di industri penerbangan sejak tahu lalu yang dialaminya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bos AP I Akui Lion Air Minta Penangguhan Biaya Jasa Bandara"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved