Pesan Sri Mulyani kepada PNS: Jangan Ekslusif, Jangan Suarakan Kebencian!

Ani, begitu sapaan akrabnya, tak sudi ada PNS Kemenkeu yang memetingkan kelompoknya sendiri.

Pesan Sri Mulyani kepada PNS: Jangan Ekslusif, Jangan Suarakan Kebencian!
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna ke 17 DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Keuangan) Sri Mulyani menyampaikan pesan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di lingkungannya.

Dengan suara yang lantang dan tegas, Sri Mulyani mengaku tak akan memaafkan siapa saja di jajarannya yang melakukan pola kepemimpinan ekslusif.

Ani, begitu sapaan akrabnya, tak sudi ada PNS Kemenkeu yang memetingkan kelompoknya sendiri.

"Atau bahkan menjadi penyuara kebencian terhadap mereka yang berbeda dengan kita. Itu tidak bisa dimaafkan dan tidak seharusnya ada di Kementerian Keuangan," ucap Ani di hadapan ratusan pejabat eselon II dan III yang baru dilantik di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019) lalu.

Baca: Kapan Gaji 13 Tahun 2019 Turun? Ini Penjelasan Sri Mulyani

Menurut Ani, lembaganya adalah sebagian kecil dari institusi yang memiliki kemewahan dan berkaitan dengan instansi vertikal.

"Kalau di institusi ini ada pimpinan di level manapun, atau bahkan bukan pimpinan, tapi staf jajaran yang anda merasa, atau anda memiliki kepercayaan bahwa anda ingin menjadi eksklusif, maka anda salah tempat," tegasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank itu bahkan menyebut orang yang ingin eksklusif dan menyuarakan kebencian akan merugikan lembaganya.

Sikap itu, lanjutnya, tak sejalan dengan tugas yang diemban semua petugas di Kemenkeu.

"Karena Anda tidak hanya menjadi benalu, tetapi akan menjadi racun bagi institusi dan bagi negara. Karena institusi ini memiliki tugas untuk menjahit persatuan, menjaga persatuan," tutur dia.  

Penulis: Ria anatasia
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved