Kominfo Klaim Sudah Blokir Tayangan Iklan Rokok di 114 Situs Internet

Iklan rokok di internet layak diblokir guna melindungi anak-anak dari paparan iklan rokok dan mencegah meningkatnya prevalensi merokok pada anak

Kominfo Klaim Sudah Blokir Tayangan Iklan Rokok di 114 Situs Internet
New Atlas
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, pihaknya telah merespon permintaan Kementerian Kesehatan terkait larangan iklan rokok di internet. Hingga saat ini, sudah ada 114 alamat situs yang diblokir karena terindikasi menampilkan Iklan rokok tersebut.

"Kamis saya dapat surat Menkes (Nila F. Moeloek) dari wartawan, langsung saya minta crawling, profiling. Sorenya ada surat dari Menkes, hasilnya sudah ada, jadi yang melanggar UU kesehatan yang memperagakan menampilkan wujud rokok, itu ada 114 URL," ungkap Rudiantara usai acara halal bihalal YLKi di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Rudiantara melanjutkan, pihaknya akan rapat dengan Menkes Nila mengenai kriteria konten yang perlu diblokir.

Menurutnya, dari 114 tersebut tidak semuanya ditampilkan oleh produsen rokok, melainkan dari situs atau sosial media yang dimiliki individu.

"Saya minta rapat dengan Menkes, karena untuk bentuk iklan-iklannya seperti apa. Karena yang 114 itu belum tentu ditayangkan oleh produsen rokok. Karena ada juga URL postingan individu di media sosial. Jadi kita juga tidak serta merta menyalahkan produsennya," jelasnya. 

Baca: KPU: Kesalahan Input Data di Situng Tidak Dapat Disimpulkan Adanya Rekayasa

Terkait perluasan pemblokiran iklan rokok tersebut, Rudiantara mengaku akan merapatkannya dengan Menkes Nila. Hal itu supaya pihaknya lebih tepat untuk menentukan URL mana yang perlu diblokir.

"Saya sudah minta pada Bu Menkes kasih guidance, Kominfo kan bukan yang jago sehingga kita minta Menkes menjabarkan. Kita sudah mengusulkan tinggal nunggu dari Kemenkes," tandasnya.

YLKI mendukung 

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan, iklan rokok yang beredar di internet memang layak diblokir. Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, langkah itu perlu diambil guna melindungi anak-anak dan remaja dari paparan iklan rokok.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved