Ringankan Beban Maskapai, Angkasa Pura Turunkan Biaya Jasa Bandara

Penurunan ini akan dilakukan selama seminggu ke depan, seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga tiket penerbangan murah

Ringankan Beban Maskapai, Angkasa Pura Turunkan Biaya Jasa Bandara
Tribun Jogja/Singgih Wahyu Nugraha
Kondisi perkembangan pembangunan bandara YIA di Kulonprogo hingga Selasa (23/4/2019). TRIBUN JOGJA/SINGGIH WAHYU N 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operator bandara Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II bersedia menurunkan biaya jasa layanan bandara guna meringankan biaya operasional maskapai di tanah air.

Penurunan ini akan dilakukan selama seminggu ke depan, seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga tiket penerbangan berbiaya murah (LCC) untuk rute domestik.

"Untuk menjaga keberlangsungan industri penerbangan yang saya singgung tadi itu, seluruh pihak dalam diskusi tadi berkomitmen sama-sama menurunkan biaya. Sharing the pain, agar tidak satu pihak saja yang memikul beban," kata Menko Perekonimian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Ditemui di lokasi yang sama, Direktur AP II Muhammad Awaluddin biaya jasa bandara yang akan diturunkan itu meliputi biaya pendaratan, biaya parkir, biaya garbarata dan biaya konter lapor diri.

Baca: Pengamat: Masuknya Maskapai Asing Bukan Solusi Turunkan Harga Tiket Pesawat

"Kalau komponen biaya di maskapai di bandara itu kan dikenal dengan PJP4U itu diatur dalam PM, dia ada landing fee, parking fee, aviobridge fee, dan counter check-in fee. Itu adalah komponen yang ditanggung oleh maskapai," jelasnya.

Guna menurunkan biaya jasa tersebut, AP II akan berkoordinasi dengan maskapai untuk melakukan efisien sumber daya manusianya.

"Misalnya customer service, maskapai bandara punya kalau ditanya jawabannya lucu yang satu "saya melayani pelanggan maskapai" yang satu lagi "saya melayani pelanggan bandara" padahal kan penumpangnya itu-itu juga," jelas Awaluddin.

"Jadi menurut saya itu bisa dikolaborasikan jadi cost tidak terbesar secara inefisien. Kembali lagi siapa leading sectornya menurut saya bandara bisa wujudkan," tambahnya.

Selain efisiensi SDM, AP II ingin maskapai dan konsumen memanfaarkan teknologi digital. Salah satunya dengan mengganti counter check-in fisik dengan digital.

"Kemudian ground handling masing-masing maskapai tunjuk operator ground handling sendiri yang terjadi resource scattered, masing-masing punya. Ini kami bersedia (layani juga) dalam satu minggu ini kalau ada kesepakatan (dengan maskapai)," tambahnya.

Awaluddin mengakui, presentase biaya jasa bandara terhadap total biaya operasional maskapai tidak besar, yaitu sekitar 4-5 persen. Namun, dia berharap itu bisa meringankan beban maskapak ketika menurunkan harga tiket pesawat LCC.

"Kecil ya sekitar 4-5 persen saja. Mereka operasional besarnya di leasing, maintenance, spare part avtur. Operator bandara 4-5 persen. Kita sih bisa cepat adjustmen buat itu semoga membantu," pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved