Bagas Berencana Investasikan Remote Tower untuk Bantu Penerbangan Indonesia

Bagas mengatakan bahwa Asia Aero Technology bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan (defence) asal Benua Eropa.

Bagas Berencana Investasikan Remote Tower untuk Bantu Penerbangan Indonesia
Istimewa
Sebagai Negara maritim, Indonesia masih sangat membutuhkan transportasi udara sebagai komponen penghubung utama perekonomian negara. Berangkat dari hal tersebut, Bagas Adhadirgha selaku CEO Asia Aero Technology berencana memasang Remote Tower. 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia tercatat memiliki 17.500 pulau. Dengan panjang pantai 1.900.000 kilometer yang membentang dari Sabang diujung barat sampai Marauke diujung timur. Tak heran jika Indonesia disebut-sebut sebagai negara maritim terbesar di dunia.

Sebagai Negara maritim, Indonesia masih sangat membutuhkan transportasi udara sebagai komponen penghubung utama perekonomian negara. Berangkat dari hal tersebut, Bagas Adhadirgha selaku CEO Asia Aero Technology berencana memasang Remote Tower.

"Seperti kata bapak Ir. Soekarno yang menuturkan bahwa pesawat adalah instrumen penting bagi Indonesia. Oleh karena itu, saya ingin berkontribusi untuk turut mengembangkan industri penerbangan umum Indonesia," ujar Bagas dalam keterangan tertulis yang diterima, kemarin.

Baca: Dokter Nang Dicabut Izin Prakteknya Gara-gara Unggah Foto Seksi ke Medsos

Baca: Prediksi Persela vs Persija Liga 1 2019, 4 Pilar Macan Kemayoran Absen dan Target Julio Banuelos

Bagas Adhadirgha yang juga merupakan Ketua Bidang IX Internasional dan Pariwisata Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menjelaskan bahwa dengan memasang Remote Tower, jalur udara Indonesia dapat terpantau dengan lebih cepat dan efektif.

"Jika Remote Tower dipasang pada bandara-bandara terpencil, kita dapat dengan mudah memantau dari jauh dengan akurasi yang cukup tinggi. Tidak perlu lagi menempatkan petugas beserta keluarganya jauh di pelosok demi menjaga menara bandara," tambahnya.

Pengusaha muda nasional yang juga turut mencalonkan diri sebagai Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI periode 2019-2022 dalam MUNAS XVI HIPMI ini menambahkan bahwa saat ini Ia dan perusahaannya sedang berada pada tahap riset teknologi.

"Sekarang sedang tahap riset teknologi. Kita akan melihat seperti apa teknologi yang cocok untuk digunakan pada bandara-bandara di Indonesia. Asia Aero Technology juga tidak sendirian dalam mengembangkan rancangan Remote Tower ini," tutupnya.

Terakhir, Bagas mengatakan bahwa Asia Aero Technology bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan (defence) asal Benua Eropa.

Bagas menilai perusahaan tersebut kredibel dan merupakan salah satu yang terbaik dalam hal pertahanan dan radar, oleh karena itu Bagas merasa perusahaan asal Eropa tersebut adalah partner terbaik dalam mengembangkan Remote Tower ini.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved