Upaya Gojek Kurangi Sampah Plastik dari Layanan Gofood

Nadiem juga mengajak masyarakat untuk mengubah perilakunya dan beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan.

Upaya Gojek Kurangi Sampah Plastik dari Layanan Gofood
Ria Anatasia
CEO Gojek Group Nadiem Makarim, Co-Founder Gojek Kevin Aluwi, Presiden Gojek Andre Soelistyo dan mitra Gojek di peluncuran logo baru Gojek di Pasaraya Blok M, Jakarta, Senin (22/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu terkait sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan telah menjadi sorotan banyak pihak.

Sebagai contoh, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupaya untuk menekan peredaran plastik dengan berencana menerapkan bea cukai untuk kantong plastik.

Upaya mengurangi sampah plastik ini turut diikuti para pelaku usaha, salah satunya Gojek.

Founder sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim mengakui, isu tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak.

Menurutnya, Gojek telah menerapkan larangan penggunaan botol plastik bagi karyawannya.

Nadiem juga mengajak masyarakat untuk mengubah perilakunya dan beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan.

Baca: BREAKING NEWS : Pesawat Cessna Jatuh di Sungai Cimanuk, 1 Orang Ditemukan dan Bangkai Pesawat Hilang

"Di kantor Gojek kami sudah tidak ads lagi botol-botol plastik," kata Nadim di sela-sela peluncuran logo baru Gojek di kantornya, Senin (22/7/2019).

"Tapi kunci utama itu di konsumen apa mereka bisa rubah paradigma pattern mereka beli sesuatu. Kita harus push terus kampanyenya (kurangi sampah plastik) nih," imbuhnya.

Selain di lingkungan internal, Gojek juga mendorong pengurangan sampah plastik di layanan pesan antar makanan Gofood.

Co-founder Gojek Kevin Aluwi mengatakan, sejumlah merchant di platformnya telah menerapkan biaya untuk penggunaan plastik.

"Kita juga concern ke situ. Kita masih dalam tahap relatif awal cuma sudah lakukan beberapa hal. Kerja sama dengan merchant yang tambah biaya untuk sendok garpu plastik jadi tu bayar," jelasnya.

"Ada juga merchant eksplorasi pakai box atau kantong berbahan kertas. Ada juga yang pakai biodegradeable (bisa terurai). Itu beberapa approachnya kita masih tahap awal yang mana bakal kita besarkan skalanya," lanjutnya.

Kevin mengakui layanan Gofood yang sudah mencapai jutaan order itu turut berkontribusi terhadap penggunaan plastik di Indonesia.

Untuk itu pada awal bulan ini, lanjutnya, Gojek membagikan tas khusus kepada mitra driver sebagai wadah saat membawa makanan dalam jumlah banyak.

"Kita bagikan tas khusus buat yang volumenya tinggi jadi kurangi keperluan kantong plastik individu. Jadi ada tas muat pesanan banyak," pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved