Kementerian ESDM Awasi Penanganan Tumpahan Minyak di Karawang

Kementerian ESDM menilai prosedur penanganan tumpahan minyak di Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java di perairan Karawang sudah tepat.

Kementerian ESDM Awasi Penanganan Tumpahan Minyak di Karawang
Tribun Jabar/Haryanto
Sejumlah petugas dari Pertamina dan warga membersihkan ceceran minyak mentah di Pantai Utara Karawang, Rabu (24/7/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menilai prosedur penanganan tumpahan minyak di Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di perairan Karawang sudah tepat.

Pihaknya juga mengaku sedang mengecek dokumen Oil Spill Contingency Plan (OSCP) yang ada di PHE ONWJ.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Migas Adhi Wibowo mengatakan, hidro karbon yang menyembur dari sumur YYA ini adalah jenis waxy oil, semacam minyak berat seperti lilin.

Sehingga diperlukan skimmer khusus, yakni octopus skimmer untuk menghisap tumpahan minyak tersebut.

"Pada saat ini sudah dioperasikan 3 unit Octopus skimmer, dan masih akan didatangkan lagi 3 unit skimmer untuk menghisap waxy oil tersebut," kata Adhi Wibowo di Jakarta, Sabtu (28/7/2019).

Sisa-sisa tumpahan minyak di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019)
Sisa-sisa tumpahan minyak di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019) (Tribunnews.com/Reza Deni)

Baca: FOTO Terkini Gunung Tangkuban Parahu Pasca Erupsi: Barang Dagangan Diselimuti Debu, Jadi Saksi Bisu

Baca: Namanya Masuk Survei Bursa Calon Wali Kota Solo, Apa Kata Gibran Rakabuming?

Baca: 104 Calon Pimpinan KPK Ikuti Tes Psikologi

Adhi juga mengapresiasi dilibatkannya Oil Spill Combat Team (OSCT) Indonesia oleh PHE ONWJ dalam penanganan oil spill di tempat kejadian dan diharapkan dapat membantu Pertamina secara maksima.

"Iya betul, OSCT memang spesialis dalam menangani oil spill, dan punya personel, kemampuan serta peralatan yang cukup. Jika peralatan tidak cukup, maka memang wajib mendatangkan peralatan tersebut dan menangani oil spill hingga tuntas, contohnya adalah dengan menambah jumlah octopus skimmer," ujarnya.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menyatakan, Pertamina akan terus melakukan upaya intensif untuk mengatasi peristiwa tersebut.

"Kami terbuka dengan bantuan ahli dan peralatan dari SKK Migas maupun dari instansi lain, termasuk dari KKKS. Pertamina Group dibantu dengan Oil Spill Combat Team yang ahli dan spesialis menanganinya," kata Fajriyah.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved