Jadi Penggerak Ekonomi, OJK Dorong Inklusi Keuangan Kaum Muda

OJK terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan khususnya di kalangan kaum muda yang diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi

Jadi Penggerak Ekonomi, OJK Dorong Inklusi Keuangan Kaum Muda
ist
Menko PMK Puan Maharani saat meresmikan Mobil Literasi Edukasi Keuangan (Simolek) yang dipelopori Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, Selasa (12/5/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan khususnya di kalangan kaum muda yang diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi.

Hal itu seperti dikatakan Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam keterangannya, Selasa (30/7/2019).

"Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan kita dorong terus untuk semakin bagus literasi dan inklusi keuangannya. Mereka memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia baik dari segi jumlah populasi, karakter, dan tingkat literasi serta inklusi keuangan," ujarnya.

Sebagai mana tercantum dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), target perluasan akses keuangan bagi kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia dapat tembus 75 persen pada akhir tahun 2019.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan OJK bersama Industri Jasa Keuangan berupaya agar target inklusi keuangan dapat tercapai, antara lain melalui peningkatan tabungan dan investasi, melalui program dan produk yang menyasar segmen pemuda, yaitu program Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda) yang per 30 Juni 2019 telah dibuka 11.052 rekening dengan nominal sebesar Rp12,4 miliar.

Baca: OJK Disarankan Investigasi Garuda Ungkap Dugaan Cornering di Pasar Modal

Selain itu, OJK juga secara gencar dan masif melakukan edukasi tentang pentingnya menabung, melakukan investasi pada berbagai produk keuangan, edukasi terkait risiko dan imbal hasil serta edukasi hak-hak konsumen, yang akan terus ditingkatkan dan diperluas jangkauannya.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2016 menunjukkan bahwa pemuda (usia 18-35 tahun) memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya secara nasional.

Tingkat literasi sebesar 32,1 persen di rentang usia 18-25 tahun dan 33,5 persen (usia 26-35 tahun), tingkat inklusi keuangan sebesar 70,0 persen (usia 18-25 tahun) dan 68,4 persen (usia 26-35 tahun).

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved