Bikin Blunder Soal Unicorn, Pengamat: Posisi Kepala BKPM Bisa Dikoreksi

Pernyataan Kepala BKPM Thomas Lembong terkait empat unicorn asal Indonesia yang diklaim milik Singapura memicu kontroversi

Bikin Blunder Soal Unicorn, Pengamat: Posisi Kepala BKPM Bisa Dikoreksi
EMPTY DESK SOLUTIONS

"Kalau kita lihat riset oleh Google dan Temasek yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital Asean, 4 unicorn kita malah diklaim unicorn mereka (Singapura)," kata Lembong di kantornya, Selasa (30/7/).

Dari cuitan twitternya, Kepala BKPM ini merujuk pada riset Google-Temasek tahun 2016 di mana saat itu belum ada unicorn.

Pernyataan Thomas Lembong ini muncul sehari setelah bos Softbank Masayoshi Son bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (29/7).

Usai pertemuan itu Masayoshi bilang ingin menjadikan Grab sebagai unicorn kelima asal Indonesia setelah Gojek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

Laporan Statista Digital Economy Compass 2019 menyebutkan jumlah unicorn asal Indonesia ada 4. Jumlah yang sama juga dimiliki oleh Israel dan Prancis.

Jumlah unicorn terbanyak berada di Amerika Serikat sebanyak 162 perusahaan, disusul China 91 perusahaan dan Inggris 14 perusahaan berstatus Unicorn.

Usai Lembong menyebut 4 unicorn yang dibanggakan Jokowi di klaim milik Singapura, bantahan dari 4 perusahaan itu langsung bermunculan.

"Kami tidak mempunyai induk perusahaan di negara lain," kata VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak lewat pernyataan tertulis.

Sementara Gojek dalam rilis resminya menegaskan bahwa sebagai karya anak bangsa, seluruh penanaman modal dan investasi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa ditanamkan dan dibukukan penuh di Indonesia.

Baca: Ralat Ucapannya soal 4 Unicorn Indonesia Dimiliki Singapura, Kepala BKPM Minta Maaf

"Kami tidak memiliki perusahaan Singapore sebagai induk perusahaan. Kami selalu melaporkan penanaman modal tersebut sesuai amanat yang diberikan oleh BKPM," tegas Nila Marita Corporate Affair Gojek dalam rilis resminya, Selasa malam (30/7).

Halaman
123
Penulis: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved