Breaking News:

Indonesia Terus Genjot Ekspor Bawang Merah ke Berbagai Negara

Pemerintah terus berupaya meningkatkan neraca ekspor melalui berbagai komoditas perdagangan. Salah satu yang potensial di tengah lesunya iklim perdaga

Editor: Content Writer
Ist
Indonesia Terus Genjot Ekspor Bawang Merah Ke Berbagai Negara 

Direktur PT Karya Tani Semesta, Pitriansyah Kosim, mengakui harga jual ke kedua negara tersebut (Singapura dan Thailand) menarik dan menguntungkan.

“Harga jual di Singapura SGD 2,55 per kilogram atau sekitar Rp 26.200,- per kilogram. Sementara harga jual ke Thailand USD 1,6 per kilogram atau sekitar Rp 22.600,- per kilogram. Tentu ini harga yang menarik dan menguntungkan buat petani”, kata pria yang akrab dipanggil Pieter ini.

Pieter berharap pemerintah terus mendampingi dan mengawal petani maupun eksportir dalam meningkatkan mutu bawang merah. Terlebih saat menghadapi tuntutan pasar dunia. Contohnya, Thailand yang kini mulai memperketat standard mutu pemasukan bawang merah ke negara tersebut.

Mengutip data BPS, ekspor bawang merah Indonesia ke sejumlah negara pada 2018 lalu mencapai 6.268 ton. Ekspor bawang merah ke Thailand sepanjang 2018 mencapai 3.284 ton, naik 3,7% dibanding tahun sebelumnya. Sementara ekspor bawang merah ke Singapura tahun 2018 mencapai 911,6 ton, naik 18,1% dibanding tahun 2017.

Kemendag Perkuat Perluasan Pasar Ekspor

Usai ikut melepas ekspor bawang merah, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Sulistyowati menyampaikan komitmen untuk mendorong perluasan pasar ekspor.

“Kami dari perdagangan akan mendorong agar kita dapat melakukan ekspor ke pasar di luar Asia,” pungkasnya.

Ia menuturkan, Kemendag mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo untuk menjaga neraca perdagangan. Pertumbuhan ekonomi tahun 2019 yang kurang optimis, diharapkan akan membaik dengan peningkatan ekspor neraca.

“Kita mendorong ekspor non migas yang memang pada kenyataannya positif, seperti produk-produk pertanian,” sambungnya.

Ia menjelaskan juga akan mempromosikan bawang merah Super Philips, ke negara-negara lain yang selama ini belum membuka pintu ekspor bagi Indonesia

“Atase perdagangan yang tidak bisa mempromosikan produk-produk komoditas perdagangan Indonesia, kita akan panggil pulang, kita tarik saja,” tegasnya. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved