Surat Amien Rais ke PAN: Jangan Harap Pemilu Berikutnya Lolos Ambang Batas Parlemen

Dalam suratnya, Amien menuliskan pesan bernada ancaman kepada partai pimpinan Zulkifli Hasan itu.

Surat Amien Rais ke PAN: Jangan Harap Pemilu Berikutnya Lolos Ambang Batas Parlemen
Danang Triatmojo
Senior Instruktur PAN Icu Zulkafril 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Senior Instruktur Partai Amanat Nasional (PAN) Icu Zulkafril membacakan surat yang ditulis Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Dalam suratnya, Amien menuliskan pesan bernada ancaman kepada partai pimpinan Zulkifli Hasan itu.

Dari enam poin isi surat tersebut, pada poin kedua Amien mengatakan jika PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi, maka partai ini akan mendapat sikap sinis dari masyarakat.

Sebab sejak masa kampanye Pemilu 2019, PAN begitu setia berada dalam satu nahkoda koalisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Baca: Perairan Gresik Dilanda Cuaca Buruk, Kapal Tujuan Bawean Berhenti Beroperasi selama Empat Hari

Baca: Hasil Akhir Kalteng Putra vs Semen Padang FC Liga 1 2019, Laskar Isen Mulang Menang 2-0

Namun, jika PAN memilih untuk bermanuver merapat ke kubu pemerintahan, Amien berkata jangan harap PAN bisa lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen di Pemilu legislatif berikutnya.

"Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi, masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold pileg yang akan datang," baca Icu, di lokasi, Jumat (2/8/2019).

Berikut enam poin isi surat yang ditulis Amien Rais kepada para kader PAN.

1. Sikap oposisi lebih bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN.

2. Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi, masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold pileg yang akan datang.

3. Hampir pasti, pemerintahan Jokowi akan melanjutkan kebijakannya yang jelas menghancurkan masa depan bangsa dan negara. Semua politik ekonomi Indonesia akan disubordinasikan di bawah kepentingan Cina. Sementara kepentingan rakyat sendiri hanya dipidatokan untuk lip service dan peninabobok masyarakat luas.

4. Alangkah aib dan malu, serta hina dina PAN di hadapan Allah YME. Kita gadaikan aqidah dan politik kita untuk kepentingan sesaat, sedangkan masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali.

5. Jangan sampai tangan kita ikut kotor berlumuran dosa sejarah, karena ekonomi pemerintahan Jokowi sangat jauh dari Pasal 33 UUD 1945 dari prinsip adil dan keadilan sebagaimana tertera dalam Pancasila.

6. Hidup cuma sekali. Hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari kita ambil peran dan posisi yang diridhoinya. Jangan sebaliknya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved