Ternate Tuan Rumah Indonesia Creative Cities Festival 2019

ICCF 2019 akan diselenggarakan pada tanggal 2-7 September 2019 di Ternate, Maluku Utara.

Ternate Tuan Rumah Indonesia Creative Cities Festival 2019
Tribunnews.com/Wahyu Firmansyah
Kepala Bekraf Triawan Munaf saat ditemui di kawasan Jalan Prof DR Satrio, Jakarta, Rabu (3/10/2018. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ternate, Maluku Utara akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan  Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) pada 2 hingga 7 September mendatang. 

Tahun ini Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) telah mencapai tahun ke-5 penyelenggaraannya.

ICCF diselenggrakan dalam rangka perayaan potensi jejaring kabupaten/kota seluruh Indonesia serta menciptakan kerja sama yang terus berlanjut sebagai upaya mengembangkan Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia.Salah satu acara dalam rangkaian festival ini adalah Indonesia Creative Cities Conference (ICCC), yang akan digelar di Grand Hotel Dafam, Ternate, tanggal 4-5 September 2019.

Dalam konferensi bergengsi ini, akan hadir sejumlah pembicara yang telah dikenal sepak terjang dan prestasinya dalam memajukan industri kreatif Indonesia.

Nama-nama besar seperti Triawan Munaf (Kepala BEKRAF), Erick Thohir (Chairman of Mahaka Group), Martin Hartono (CEO of GDP Venture), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), dan Wishnutama (President Commissioner of NET Mediatama) akan hadir memberikan materi yang dapat menginspirasi.

Selain itu, sejumlah Bupati, Wali Kota, dan komunitas kreatif pun akan mengisi panel mengenai pengembangan industri kreatif di daerahnya.

Fiki Satari, Ketua Umum ICCN mengatakan, dalam konferensi ini juga akan tersedia workshop dan ruang konsultasi yang dapat dimanfaatkan kepala daerah serta jajaran pemerintah kabupaten/kota untuk berdiskusi demi menciptakan kabupaten/kota kreatif.

"Setiap kota memiliki potensi dan masalah yang unik, serta membutuhkan solusi yang tepat guna. ICCN telah memetakan formula yang dapat diaplikasikan sebagai solusi untuk pembangunan kabupaten/kota yang berorientasi pada kreativitas lokal. Formula tersebut terdiri dari 11 program yang solutif, dan disebut sebagai “Catha Ekadaksa”," kata Fiki Satari.

Sebelas program yang didasari oleh pemikiran solutif ini diyakini dapat menjawab tantangan atau permasalahan keseharian dari kota; mulai dari peningkatan PDRB, penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran, sampai memunculkan kompetensi dan diferensiasi dari kota-kota di Indonesia.

"Fungsi penerapan Catha Ekadaksa juga sudah diselaraskan dengan The New Urban Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang merupakan konsensus global. Kabupaten/Kota kreatif adalah masa depan Indonesia," kata Fiki Satari.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved