Bantu Tangani Tumpahan Minyak Pertamina, Kemenhub Buka Posko hingga Kirim 46 Kapal

“Untuk area Onshore, sudah sebanyak total 1.113.082 karung limbah yang terkumpul dan dikirim ke darat,” tukas Ahmad.

Bantu Tangani Tumpahan Minyak Pertamina, Kemenhub Buka Posko hingga Kirim 46 Kapal
IST
Penanganan operasi pasca peristiwa tumpahan minyak di Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di perairan Karawang, Jawa Barat 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan upaya untuk menanggulangi musibah tumpahan minyak dari anjungan yang dioperasikan oleh PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Pantai Utara Jawa.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad mengatakan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kepulauan Seribu selaku Mission Coordinator (MC) Tier 1 sesuai Perpres No. 109 tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut, terus melakukan sejumlah langkah penanganan tumpahan minyak dari PHE ONWJ tersebut.

Adapun langkah pertama adalah mengaktifkan Posko Penanggulangan Tumpahan Minyak (PTM) Kantor KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu yang memantau proses penanganan tumpahan minyak tersebut selama 24 jam.

Baca: Bertambah, Lebih dari 1500 Personil Perkuat Penanganan di Pantai Karawang

Baca: Jadwal dan Live Streaming Barito Putera vs TIRA Persikabo, Misi Barito Jegal Pemuncak Liga 1 2019

Baca: MPMFinance Terbitkan Surat Utang Jangka Pendek Sebesar Rp 300 Miliar

"Data per Jumat (9/8) Posko tersebut menyebutkan sebanyak total 4.380,85 barrel tumpahan minyak telah berhasil dikumpulkan dan diangkat ke darat dari area pencemaran tumpahan minyak yang meliputi area offshore, yaitu di Blok+ Offshore North West Java dan area Onshore meliputi Sungai Buntu, Pusakajaya Utara, Cemarajaya, dan Sedari," ujar Ahmad dalam keterangannya, Jumat (9/8/2019).

Ahmad melanjutkan, selain melakukan pemantauan secara aktif dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, Posko tersebut juga berkoordinasi dengan Distrik Navigasi kelas I Tanjung Priok untuk secara rutin memancarkan navigational warning (NAVTEX dan VHF) melalui Stasiun Radio Pantai.

Langkah kedua adalah untuk penanganan offshore secara keseluruhan telah dikerahkan sebanyak 46 unit kapal dengan 926 orang personil yang terlibat dengan menggunakan sepanjang 5.700 meter oil boom.

"Kementerian Perhubungan juga mengerahkan kapal negara yang terdiri dari kapal patroli Sea and Coast Guard yaitu KN. Alugara milik pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, kapal negara KNP. 355, KN V054, dan KNS. 017 milik KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu serta Kapal Negara Kenavigasian KN. Edam milik Kantor Distrik Navigasi kelas I Tanjung Priok," jelas Ahmad.

Sedangkan di area Onshore, lanjut Ahmad, sudah sepanjang 2.700 meter oilboom terpasang dengan melibatkan sebanyak 1.805 personil yang terdiri dari Ditjen Perhubungan Laut, OSCT, Masyarakat sekitar, Pokwasmas, serta TNI dan Polri.

“Untuk area Onshore, sudah sebanyak total 1.113.082 karung limbah yang terkumpul dan dikirim ke darat,” tukas Ahmad.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved