Forum Marikultur Nasional: Industri Perikanan Rakyat Kini Sekarat

Volume ekspor perikanan dalam 5 tahun ini menurun. Di 2014 pencapaian masih sekitar 1,2 juta ton ikan. Sejak 2015 turun menjadi di bawah 1 juta ton

Forum Marikultur Nasional: Industri Perikanan Rakyat Kini Sekarat
Dinas Penerangan Angkatan Laut Komando Armada I
KRI Usman Harun-359 berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam yang diduga melakukan illegal fishing di Landas Kontinen Indonesia pada Rabu (16/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Forum Marikultur Nasional, Muhibbuddin Koto alias Budhy Fantigo mengatakan, industri perikanan saat ini tengah mengalami masa-masa sulit.

Dia mengatakan, volume ekspor perikanan dalam lima tahun ini menurun.Tahun 2014 pencapaian masih sekitar 1,2 juta ton ikan. Sejak 2015 sampai dengan saat ini menjadi di bawah 1 juta ton.

Muhibuddin menyatakan, utilisasi Unit Pengolahan Ikan (UPI) saat rata rata di bawah 40%, dari sebelumnya di atas 50 persen, termasuk produksi pakan ikan nasional juga turun, dibawah 70% dari kapsitas, sebelumnya mendekati 90 persen.

Menurutnya, jumlah unit kapal tangkap yang beroperasi juga jauh menurun. Budidaya kerapu, kepiting sudah lenyap di era Susi.

"Bisa dilihat di Muara Baru sebagai pelabuhan perikanan terbesar, berapa banyak kapal yang parkir dan UPI di Muara Baru juga banyak yang tutup, Harga ikan terutama ikan tangkapan semuanya naik (harga). Ini indikator memang supply yang turun,” kata dia.

Tren penurunan ini menurutnya dipicu oleh masih maraknya pencurian ikan.

Baca: Meliuk Menembus Desa, Membelah Perbukitan Bali, Bersama Si Seksi Honda ADV150

"Pencurian ikan oleh asing sudah berkurang tapi sampai sekarang tetap ada. Namun, kinerja nelayan, pembudidaya dan industri semuanya anjlok, bahkan banyak yang sudah tutup usaha,” tandasnya.

Dia menyebutkan, stok ikan saat ini ini memang cukup tinggi mencapai 12,54 juta ton karena metode penghitungannya diperbaiki, sampling lebih banyak dan item pengamatan lebih banyak.

“Sebenarnya dari dulu stock ikan sudah tinggi juga, para ahli berestimasi antara 6,5 – 16 juta ton. Namun untuk menghindari over fishing maka ditetapkan hanya 6,5 saja,” kata dia.

Ketua Asosiasi Budidaya Ikan Laut Indonesia (Abilindo) Wajan Sudja mengatakan ada ribuan UMKM bidang perikanan yang kini sekarat. “Menteri Susi lupa kali ya ada ribuan UMKM perikanan yang bangkrut dan semuanya usaha yang legal. Tidak terlibat dalam kegiatan illegal, apalagi ilegal fishing,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved