Menteri Pertanian Sebut Omzet Kades Penjual Benih IF8 yang DItahan Polisi Capai Rp 7 Miliar

Amran mengatakan, Keuchik Munirwan melalui melalui PT Bumades Nisamai mampu menghasilkan omzet Rp 7 milar per tahun.

Menteri Pertanian Sebut Omzet Kades Penjual Benih IF8 yang DItahan Polisi Capai Rp 7 Miliar
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Menteri Pertanian Amran Sulaiman di kantornya, Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keuchik Meunasah Rayeuk Kecamatan Nisam, Aceh Utiara, Tgk. Munirwan kini ditahan Polda Aceh atas tuduhan memproduksi dan mengedarkan (memperdagangkan) secara komersial benih padi jenis IF8 yang belum dilepas varietasnya dan belum disertifikasi (berlabel), Selasa (23/7/2019).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, menjual benih yang belum dilepas varietasnya dan belum disertifikasi memang melanggar aturan.

Amran mengatakan, Keuchik Munirwan melalui melalui PT Bumades Nisamai mampu menghasilkan omzet Rp 7 milar per tahun.

"Saat kami dengar berita kami kirim Prof Erizal Jamal (Litbang Pertanian) ke lapangan karena kami iba, respon cepat dengar ada petani kreatif ditangkap. Tapi setelah ditelusuri dia omzetnya sudah Rp 7 miliar. Jangan dong mengatasnamakan petani," kata Amran di kantornya, Selasa (13/8/2019).

"Kami kan juga sudah online single submission, tak ada biayanya, apasih susahnya (mendaftarkan untuk disertifikasi). Kurang apa pemerintah," lanjut dia.

Mentan Amran juga menyatakan seluruh penjual benih wajib melakukan sertifikasi. Hal itu guna menghindari hama yang merugikan.

Baca: Pertama Kalinya, Oppo Kalahkan Samsung di Pasar Smartphone Indonesia

"Dia direktur, siapa tanggung jawab kalau ada ledakan hama. Ini masalah pangan, identik dengan ketahanan pangan dan negara jangan main-main dengan itu. Kalau pangan bermasalah ini berbahaya, untuk itu kita protek petani, jangan dibalik-balik (faktanya)," ujarnya.

Terkait proses hukum yang menjerat Keuchik Munirwan, Amran mengaku tak bisa berkomentar banyak. "Saya kan Mentan, masalah hukum kita tak bisa lah (berkomentar)," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM, Zulfikar Muhammad selaku pendamping Tgk. Munirwan mengatakan, ada keanehan dalam proses aduan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved