Market Place Harus Datangi UMKM di Daerah Tertinggal Untuk Fasilitasi Program Ekspor

market place harus ikut menyukseskan program ekspor bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Market Place Harus Datangi UMKM di Daerah Tertinggal Untuk Fasilitasi Program Ekspor
Hari Darmawan
Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes Samsul Widodo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes Samsul Widodo, mengatakan market place harus ikut menyukseskan program ekspor bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Market place harus jemput bola, datangi UMKM daerah tertinggal untuk ikut program ekspor," ucap Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes Samsul Widodo, di Jakarta Convention Center (16/8/2019).

Ia menambahkan, program ekspor ini harus dijalankan untuk mengembangkan UMKM yang ada di desa tertinggal.

Samsul memaparkan, UMKM desa tertinggal sangat kesulitan karena mahalnya pengiriman. Untuk pengiriman dalam negeri saja sangat mahal karena jarak yang jauh. Ini membuat harga produk jual meningkat.

"Dengan adanya market place yang memfasilitasi dari segi pengiriman, dapat memberi kemudahan dan menstabilkan harga produk UMKM," ujarnya.

Pemerintah berencana menggelontorkan dana untuk desa-desa tertinggal di semua wilayah Indonesia sebanyak Rp 400 triliun untuk lima tahun ke depan, program ini untuk memajukan desa tertinggal dan meningkatkan produktivitas UMKM.

Dalam pernyataannya, Samsul mengatakan, dengan Rp 400 triliun dana desa yang akan digelontorkan, diharapkan menjadi acuan untuk market place membantu dalam pengembangan dana di setiap desa untuk pertumbuhan UMKM.

"Saat ini kami sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk melakukan ekspor komoditi hasil laut di Konawe, Sulawesi Selatan," tutur Samsul.

Diharapkan dengan masuknya program ekspor produk Indonesia yang dijalankan oleh market place, dapat memajukan pengembangan UMKM setiap daerah atau desa yang belum terfasilitasi.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved