Mendes Eko Sanjung Kawasan Pertanian Berbasis Pariwisata di Tabanan

Mendes Eko menjelaskan untuk menciptakan kawasan pertanian berbasis pariwisata, utamanya harus terbebas dari limbah sampah plastik.

Mendes Eko Sanjung Kawasan Pertanian Berbasis Pariwisata di Tabanan
Reynas Abdila
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo (kedua kanan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo memberi pujian untuk kawasan pertanian berbasis pariwisata di Kabupaten Tabanan, Bali.

Menurutnya perpaduan pariwisata dengan pertanian yang inovatif mendorong munculnya desa yang maju.

"Saya yakin Tabanan bisa lebih maju, sehingga ada Desa maju baru di Tabanan. Pariwisata memang paling cepet mendapatkan pendapatan bagi Desa," kata Mendes dalam kunjungan kerja Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Shiny, Kamis (22/8/2019).

Mendes Eko menjelaskan untuk menciptakan kawasan pertanian berbasis pariwisata, utamanya harus terbebas dari limbah sampah plastik.

"Perlu juga ada Perda melarang sampah plastik. Tanpa itu akan sulit pariwisata kita berkembang," sambungnya.

Sementara, Bupati Eka menjelaskan Tabanan merupakan lumbung pangan bagi Bali.

Sampai saat ini, dari 133 Desa di Kabupaten Tabanan, telah ada 93 BUMDes yang telah melakukakan produksi.

BUMDes tersebut yang mengolah hasil dari Petani. Salah satu contoh beras merah, sekarang ada beberapa varian beras merah. Ada teh, ada untuk spa.

"Ini kalau diolah harganya bisa jauh lebih mahal dari beras merah biasa. Begitupun dengan olahan-olahan lainnya," ucap Bupati Eka.

"Kami bersyukur mempunyai alam yang kaya. Dengan mengembangkan pembangunan dari pinggiran melalui tools kawasan perdesaan, maka akan mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat dan meningkatkan kualitas pembangunan serta pemberdayaan untuk peningkatan kapasitas masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan anggaran untuk program dana desa pada tahun depan sebesar Rp 72 triliun.

Anggaran tersebut naik Rp 2 triliun dari penyaluran tahun 2019 sebesar Rp 70 triliun.

Menurut Jokowi, penggunaan dana desa pada 2020 akan lebih ditingkatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan potensi ekonomi desa.

"Sehingga dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa," ujar Jokowi saat pidato Nota Keuangan dalam sidang tahunan MPR.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved