Breaking News:

Untuk Turunkan Suku Bunga Acuan, Bos BI Mengaku Wiridan Terlebih Dulu

Perry Warjiyo mengatakan, BI rutin mencari informarsi dan data mengenai kondisi perekonomian secara global, nasional hingga lokal.

TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Gubernur BI Perry Warjiyo menjadi pembicara di Kadin Talks di Menara Kadin, Jakarta, Senin (26/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Dalam mengambil kebijakan tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan banyak melakukan pertimbangan. Bahkan, ia meminta para jajarannya untuk memperkuat ibadah kepada Tuhan masing-masing guna membuat keputusan yang terbaik.

"Kemarin debat cukup panjang naik atau engga suku bunga, saya minta wirid, IsyaAllah besok pagi ketemu fresh (pikirannya) dapat hidayah Allah," kata Perry saat menjadi pembicara di Kadin Talks di Menara Kadin, Jakarta, Senin (26/8/2019).

"Di BI kami introducing kegiatan budaya kerja berdasarkan religi apapun agamanya. Dekatkan diri dengan Allah dalam bekerja. Ilmu manusia itu ilmu masa lalu yang ke depan milik Allah," ucapnya.

Selain itu, lanjut Perry, BI rutin mencari informarsi dan data mengenai kondisi perekonomian secara global, nasional hingga lokal. Hal itu untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat keputusan.

"Dunia usaha dengan kami mirip harus ambil kebijakan untuk ketidakpastian di depan. BI cari informasi di masa lalu, sekarang dan ke depan," ujar Perry.

Baca: Hari Ini Harga Emas Dunia Sentuh Level Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir

"Kemampuan kita dalam cari informasi itu penting. Research, forescast, dan scenario analysis. Jadi info dari global, daerah, nasional is the key to make decision under uncertainty," lanjutnya.

Setelah membuat kebijakan, BI berupaya untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada pelaku usaha dan masyarakat. 

Baca: Total Lahan Ibu Kota Baru di Kaltim 180.000 Ha, Setengahnya Ruang Terbuka Hijau

Penurunan suku bunga acuan beberapa waktu lalu, jelas Perry, karena kondisi perekonomian Indonesia cukup baik, dengan indikator inflasi relatif rendah, nilai tukar stabil dan masuknya aliran modal atau capital inflow ke Indonesia.

"Komunikasi is very important. Kalau ambil kebijakan dalam ketidakpastian jelaskan apa yang dimaksud BI dan knp kami buat itu," ucap Perry.

"Jadi lakukan assesment, takar, ilmu ke depan itu milik Allah dekatkan diri dgmengan sang pencipta. Terakhir komunikasikan secara baik," pungkasnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved