Manfaat Ekonomi Pemindahan Ibu Kota Diprediksi Baru Terasa 10 Tahun ke Depan

Joshi menyebut, Kalimantan akan menjadi ibu kota administratif untuk negara, sementara Jakarta tetap menjadi pusat komersial

Manfaat Ekonomi Pemindahan Ibu Kota Diprediksi Baru Terasa 10 Tahun ke Depan
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
Pemandangan dari udara kawasan hutan di Desa Semoi II, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Desa Semoi II menjadi salah satu kawasan di Kabupaten Penajam Paser Utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan menjadi lokasi pusat pemerintahan Ibu Kota Negara yang baru di Kaltim. Tribun Kaltim/Fachmi Rachman 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Lokasi yang dipandang ideal adalah sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemerintah menganggarkan 32 miliar dollar AS untuk pembangunna ibu kota baru.

Para investor pun menilai penetapan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur sangat positif. Perpindahan ibu kota diprediksi akan memberikan efek berlipat ganda terhadap perekonomian di Kalimantan.

Namun, kapan manfaat ekonomi pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan dirasakan?

“Hasilnya hanya akan dapat terlihat dalam 10–15 tahun kedepan, saat infrastruktur dan lingkungannya telah terbentuk," kata Bharat Joshi, Asian Equities Investment Director, Aberdeen Standard Investments Indonesia dalam keterangannya, Selasa (3/9/2019).

Joshi menyebut, Kalimantan akan menjadi ibu kota administratif untuk negara, sementara Jakarta tetap menjadi pusat komersial dan keuangan negara.

Ini cukup umum dan sudah banyak diterapkan di negara lain, seperti Washington DC dan New York, Beijing dan Shanghai, Delhi dan Mumbai, hingga Kuala Lumpur dan Putrajaya.

Omar S Anwar President Director Aberdeen Standard Investments Indonesia dan Bharat Joshi, Investment Director Aberdeen Standard Investments Indonesia
Omar S Anwar President Director Aberdeen Standard Investments Indonesia dan Bharat Joshi, Investment Director Aberdeen Standard Investments Indonesia (Tribunnews.com)

Kendati demikian, pemerintah tetap harus menjaga target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 5,3 persen pada 2020.

Target inflasi dijaga pada tingkat 3,1 persen, lebih rendah berbanding dengan target inflasi tahun lalu yang sebesar 3,5 persen.

Joshi menjelaskan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada pertumbuhan upah, stabilitas harga komoditas antara lain batubara dan Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO), serta kemampuan pemerintah untuk menarik investasi asing (FDI) masuk ke dalam negeri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapan Manfaat Ekonomi Pemindahan Ibu Kota Bakal Terasa?"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved