REI: Rata-rata Milenial Belum Punya Rumah karena Uang Muka Terlalu Tinggi

Hari Gani menjelaskan mayoritas kaum milenial masih nyaman mengontrak di hunian model rumah atau apartemen.

REI: Rata-rata Milenial Belum Punya Rumah karena Uang Muka Terlalu Tinggi
Tribunnews/JEPRIMA
Pekerja saat menyelesaikan pembangunan perumahan di kawasan BSD, Tanggerang, Minggu (19/5/2019). Tahun ini sejumlah investor asing di sektor properti diprediksi masih tetap tinggi di Indonesia namun, sejumlah investor tersebut akan bergerak aktif lagi setelah pemilihan presiden (pilpres) tuntas secara keseluruhan. (Tribunnews/Jeprima) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Bidang Tata Ruang Real Estat Indonesia (REI), Hari Gani menjelaskan mayoritas kaum milenial masih nyaman mengontrak di hunian model rumah atau apartemen.

Lagi-lagi permalasahannya terkait harga uang muka (down payment/DP) yang terlalu tinggi.

Menurut catatan yang dirangkum REI dalam laporan Digital Economic Forum, DP menempati urutan tertinggi penyebab masyarakat milenial belum berencana membeli properti.

Alasan lainnya karena harga properti terlalu tinggi.

"Konsumen properti khususnya pangsa pasar yang terbesar saat ini adalah milenial, sesungguhnya sudah memiliki minat yang cukup untui membali. Namun sayangnya sulit direalisasi sebab masalah DP dan harga properti yang tidak sepadan dengan penghasilan per bulan," papar Hari saat konferensi pers pameran Indonesia Internasional Property Expo (IIPEX 2019) di Jakarta, Kamis (5/9/2019)

Permasalahan pelik yang dihadapi para pencari properti bukan berarti tidak bisa dicarikan solusinya.

Sebaliknya, situasi ini menjadi tantangan yang harus dihadapi para pengembang properti untuk menangkap peluang dengan sebaik-baiknya.

Baca: Permudah Akses ke Bandara Kertajati, Apa Kabar Proyek Tol Cisumdawu?

"Tantangan bagi developer bagaimana menangkap peluang pasar dan menyediakan produk yang sesuai kebutuhan para konsumen khususnya milenial," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perlu diperhatikan bagaimana kecenderungan minat masyarakat saat ini di mana konsep hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) menjadi yang paling diincar.

"Kebanyakan milenial ingin properti yang mudah diakses ke publik transportasi serperti dekat dengan KRL, LRT, MRT, juga layanan bus Transjakarta dan Jaklingko," tambahnya.

Saat ini, tidak sedikit pula pengembang yang mulai membangun properti berbasis TOD tersebut seperti di Bekasi, Tangerang, Depok, hingga Bogor dengan harga kurang dari Rp 500 jutaan.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved