Perluas Inklusi Keuangan, Pegadaian Gandeng 7 BUMN dan 14 Mitra Swasta

Kolaborasi Pegadaian dengan 21 BUMN dan mitra swasta tersebut direalisasikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman.

Perluas Inklusi Keuangan, Pegadaian Gandeng 7 BUMN dan 14 Mitra Swasta
HANDOUT
PT Pegadaian (Persero) membangun kolaborasi program layanan dengan 7 BUMN dan 14 perusahaan swasta dan UMKM di Bandung, Jawa Barat, untuk mewujudkan inklusi layanan industri keuangan Indonesia di era sharing economy. Perjanjian kerjasama ditandatangani di Bandung, Kamis (5/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) membangun kolaborasi program layanan dengan 7 BUMN dan 14 perusahaan swasta dan UMKM di Bandung, Jawa Barat, untuk mewujudkan inklusi layanan industri keuangan Indonesia di era sharing economy.

Kolaborasi tersebut direalisasikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman antara Pegadaian dengan 21 perusahaan BUMN dan mitra swasta.

Ke21 BUMN dan mitra perusahaan swasta tersebut adalah PT Pos Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Bio Farma (Persero), PT Pindad (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero), PT INTI (Persero), PT Dian Megah Indo Perkasa, Yayasan Solusi Bersinar Indonesia, KUD Mitra Karya, Koperasi Citra Telekomunikasi, BULOG Regional Jawa Barat.

Kemudian, PT Astra Internasional, Forum HR & GA Purwakarta, PT Jayamandiri Gemasejati, PT Istana Bandung Raya Motor, PT Tunas Mobilindo Perkasa, PT Mahligai Puteri Berlian, PT Sentra Yasa Prima, Sentra Anugrah Motor dan Bintang Rejeki Motor.

Baca: Ini Penjelasannya, Mengapa Laka Maut Sering Terjadi di Sekitar KM 91-92 Tol Purbaleunyi

"Di era revolusi digital 4.0 muncul tren ekonomi kolaborasi atau sharing-economy yang melibatkan banyak pihak, dengan semangat saling mendapatkan manfaat. Karena itu, Pegadaian terus membangun kolaborasi sambil mengembangkan sayap bisnis melalui kerja sama dengan berbagai BUMN, Swasta, UMKM, Perguruan Tinggi, dan Asosiasi," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, dalam keterangan pers tertulisnya kepada Tribunnews, Jumat (6/9/2019). 

Baca: 14 Tahun Lalu Pesawat Mandala Jatuh di Medan Karena Ini, Bukan Dipicu Muatan Durian

Kuswiyoto menjelaskan, melalui kolaborasi semacam ini membuka kesempatan untuk meningkatkan volume penjualan dan pemasaran produk masing-masing perusahaan, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak.

Baca: Istana Akan Tangani Aktor Rusuh Papua Benny Wenda Secara Politik, Tidak Militer

Keuntungan tersebut karena sumber daya manusia (SDM) milik Pegadaian dapat dioptimalkan oleh semua pihak, sehingga sinergi untuk mewujudkan One Family, One Nation, One Vision to Excellence semakin nyata.

Baca: Interview di SBS News: Benny Wenda Mengancam, Papua Bisa Menjadi The Next Timor Leste

Dia juga menegaskan, semua pihak dapat memanfaatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis usaha sesuai bidang masing-masing perusahaan.

"Kita harus dapat saling berkolaborasi untuk solusi keuangan yang kompetitif melalui kerja sama dengan berbagai badan hukum, karena ke depannya masih banyak tekanan yang hadir di era disrupsi," sebutnya.

Kuswiyoto juga menambahkan, kolaborasi ini dapat mengoptimalkan setiap kekuatan bisnis masing-masing perusahaan, memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, dan memberikan nilai tambah bagi kontribusi positif pada negara.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved