Petani di Lombok Masih Gantungkan pada Tembakau

Tembakau virginia Lombok dikenal sebagai tembakau terbaik di dunia selain tembakau virginia Brazil.

Petani di Lombok Masih Gantungkan pada Tembakau
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Petani sedang memanen tembakau di perkebunan tembakau di Desa Citaman Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Produksi masif dan pemasaran aktif produksi rokok elektrik di Indonesia dinilai mengancam kehidupan para petani tembakau termasuk di Lombok, NTB.

Ketua Serikat Tani Nasional (STN) NTB, Irfan mengatakan, pertumbuhan rokok elektrik memangkas kebutuhan pasar akan tembakau.

"Akibatnya permintaan pasar (tembakau) menurun, sehingga mempengaruhi produktivitas petani tembakau, terutama di NTB," kata Irfan dalam keterangan yang diterima, Sabtu (7/9/2019).

Menurutnya, sebagian besar petani di Lombok masih mengandalkan komoditi tembakau, sekali musim dalam setahun.

Tembakau virginia Lombok dikenal sebagai tembakau terbaik di dunia selain tembakau virginia Brazil.

Baca: Gaya Para Petani Tembakau Naik Motor di Jalan Desa Mirip Pembalap MotoGP, Lihat Videonya

Produksi tembakau virginia Lombok juga menjadi penyumbang terbesar untuk kebutuhan industri rokok nasional, mencapai 80 persen dari kebutuhan.

Hanya saja, modal menanam dan ongkos produksi yang dibutuhkan untuk tembakau jenis virginia ini juga tidak sedikit.

"Petani kebanyakan ambil utang untuk menanam tembakau ini. Nah jika kemudian ada persaingan yang membuat pasar rusak, dan hutang petani tembakau tidak mampu dibayar, maka jalan satu-satunya adalah menjadi buruh migran ke luar negeri. Mereka akan menjadi TKI demi menutup hutang, ini kan seringkali terjadi," tukas Irfan.

Dari sisi pendapatan negara dan daerah, Irfan memaparkan, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) juga cukup tinggi.

DBHCHT yang diperoleh NTB pada 2018 mengalami peningkatan dari pemerintah pusat sebesar Rp248,8 miliar lebih, meningkat menjadi Rp295,6 miliar lebih di tahun 2019 ini.

Petani berharap dana ratusan miliar yang digelontorkan pemerintah pusat tersebut diperbanyak untuk menyentuh petani tembakau yang ada di NTB.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved