Breaking News:

QNET Bukan Perusahaan Money Game, Tetapi Direct Selling

"Bisnis direct selling atau yang lebih dikenal dengan MLM, diatur dalam Permendag No 32 Tahun 2008 dimana anggota mendapatkan komisi dari hasil penjua

zoom-inlihat foto QNET Bukan Perusahaan Money Game, Tetapi Direct Selling
istimewa
QNET

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sehubungan dengan pemberitaan yang simpang siur mengenai QNET, dalam kesempatan ini QNET ingin memberikan klarifikasi atas beberapa berita dan opini yang beredar di masyarakat, terutama di media massa dan media sosial.

Ganang Rindarko, General Manager QNET Indonesia menyatakan, QNET bukan perusahaan money game seperti yang diberitakan pada beberapa media massa dan media sosial.

QNET tergabung dalam Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) yang mengontrol ketat setiap aktivitas bisnis para anggotanya.

Perusahaan direct selling memiliki produk berkualitas yang dijual, sedangkan pada perusahaan money game, orang hanya menaruh uang dan berharap mendapatkan perkembangan dari downline atas uang yang telah diinvestasikannya.

"Bisnis direct selling atau yang lebih dikenal dengan MLM, diatur dalam Permendag No 32 Tahun 2008 dimana anggota mendapatkan komisi dari hasil penjualan produk,” katanya dalam siaran persnya, Senin (9/9/2019).

Baca: Konvensi QNET di Malaysia Dihadiri 13 Ribu Pengusaha Global, Termasuk 5.000 dari Asia Tenggara

Ganang Rindarko menambahkan ada beberapa berita dan opini yang cenderung memberikan informasi bohong atau hoaks. Beberapa hal yang harus diluruskan adalah :

1)  QNET bukan perusahaan investasi bodong atau perusahaan money game.

QNET adalah perusahaan direct selling global yang sudah berdiri selama 21 tahun.

2)  QNET termasuk anggota APLI, Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, artinya bisnis QNET resmi dilakukan di Indonesia dengan nomor keanggotaan QNET 0167/06/15.

Selain itu, QNET di Indonesia mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan dengan nomer induk usaha 8120004951797.

Baca: Ribut-ribut Perusahaan Pelat Merah Soal Selisih Rp300 M Proyek Stadion BMW, Ini Kata Anies

3)   QNET tidak pernah menganjurkan atau memerintahkan anggotanya untuk melakukan penipuan dengan modus lapangan kerja karena QNET menawarkan bisnis dan pemasaran penjualan langsung.

Jadi yang didapatkan oleh anggota QNET bukanlah gaji, tetapi komisi atas kerja keras dalam menjalankan bisnis QNET.

 “Saya juga menghimbau kepada para anggota QNET agar tidak perlu risau dengan adanya pemberitaan ini. Bisnis QNET masih terus berjalan, kegiatan operasional QNET pun berjalan normal,” kata Ganang Rindarko.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved