Ekonomi Sedang Batuk-batuk, Jokowi: ASEAN Harus Bisa Bentengi Diri Agar Tetap Stabil

Dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta, ASEAN merupakan sebuah kekuatan besar ekonomi dunia.

TRIBUN PONTIANAK/TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA?
Presiden RI, Joko Widodo di Alun-alun Kapuas usai meninjau waterfront Pontianak menggunakan Kapal Angkatan Laut (Kal) Lemukutan, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi mengatakan ekonomi dunia saat ini sedang tidak ramah. Beberapa negara bahkan mengalami kemunduran ekonomi hingga ada negara yang terancam resesi ekonomi.

Untuk itu, menurut Presiden, ASEAN harus mampu membentengi diri untuk tetap tumbuh stabil dan berkelanjutan.

“Bahkan kita harus memanfaatkan kemunduran di beberapa kawasan sebagai peluang untuk kita bisa melompat ke depan,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan The 37th Conference ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO37), di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

Menurut Jokowi tidak ada cara lain kecuali kita harus selalu mengembangkan inovasi-inovasi dan melakukan terobosan-terobosan. Sehingga dalam situasi ekonomi dunia yang sedang sulit seperti sekarang ini justru menjadi peluang bagi negara-negara di ASEAN untuk berkembang lebih cepat.

Baca: iPhone 11 Resmi Meluncur dengan Chip Terkencang di Dunia

Dia mengingatkan, dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta, ASEAN merupakan sebuah kekuatan besar ekonomi dunia.

ASEAN telah membuktikan diri sebagai kawasan yang stabil, menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan.

Baca: Apple Luncurkan Layanan TV Streaming Harga Murah Meriah untuk Libas Netflix

Namun untuk bisa tumbuh lebih besar lagi, Jokowi menekankan kita membutuhkan sinergi yang lebih banyak lagi, dan negara-negara ASEAN harus saling membantu satu dengan lainnya, termasuk di antara para insinyur yang ada.

Baca: Diisukan Ada PHK Ratusan Karyawan, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Bukalapak?

“Saya senang telah terdapat mutual recognition agreement di antara insinyur-insinyur di ASEAN, sehingga terdapat standar kompetensi yang sama di antara negara, dan memungkinkan mobilitas para insinyur lintas negara di ASEAN lebih mudah,” ujar Jokowi.

Jokowi meyakini setiap negara ASEAN punya kekuatan masing-masing, dan asosiasi seperti CAFEO yang bisa memfasilitasi anggotanya saling berbagi pengalaman dan berbagi pengetahuan, serta saling bersinergi antara satu dengan lainnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa ASEAN terbukti cukup sukses di berbagai bidang antara lain adanya 10 unicorn dari ASEAN, di Indonesia antara lain Gojek, Tokomedia, Bukalapak, Traveloka, dan masih banyak lagi karya hebas hasil karya para insinyur.

Dengan keberadaan CAFEO, terbuka kesempatan bagi para insinyur ASEAN untuk bekerjasama.

Dia berharap kerjasama ini bukan saja antar insinyur tetapi juga antara engineering dengan bidang ilmu lainnya. Karena untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi para insinyur pasti membutuhkan keahlian-keahlian lain.

Di kesempatan ini Presiden Jokowi menerima penghargaan The AFEO Distinguished Honorary Patron Award dari organisasi insinyur negara-negara ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO).

Chairman AFEO yang juga Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto mengatakan, penghargaan itu diberikan atas jasa Presiden Jokowi atas jasa dan kontribusi yang luar biasa terhadap profesi insinyur dan bidang keteknikan di Indonesia.

Hadir mendampingi Presiden Jokowi di acara ini antara lain Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto.

BERITATERKAIT
  • AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved