Kabut Asap

Menhub: Pagi Hari, Jadi Jadwal Penerbangan Paling Rawan Terganggu Kabut Asap

Ratusan penerbangan di sejumlah rute terpaksa dibatalkan akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Menhub: Pagi Hari, Jadi Jadwal Penerbangan Paling Rawan Terganggu Kabut Asap
/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
KEBAKARAN LAHAN - Asap membumbung dari kawasan lahan di kawan Sungai Siring dipantau dari desa Pampang Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (15/9/2019). Kebakaran diduga pembakaran lahan sekitar 1 KM dari Runway Bandara APT Pranoto disayangkan karena mengakibatkan penerbangan terganggu disamping itu kebakaran lahan tidak ditangani dengan serius oleh pihak berwenang. (TRIBUNALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan penerbangan di sejumlah rute terpaksa dibatalkan akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Selain itu, sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan (delay), pengalihan rute hingga kembali ke bandara awal (return to base/RTB).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, banyak penerbangan yang terganggu, terutama di wilayah Kalimantan Barat.

"Kami prihatin dengan kejadian ini. Dampak terbesar 3 bandara di Kalimantan Barat. Ada bandara Pontianak, Ketapang, dan Sambas," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Tak hanya itu, jumlah penerbangan di Kalimantan yang dibatalkan, menurutnya, mencapai 20-30 persen dari total penerbangan.

"Yang dibatalkan itu ada 20-30 persen per hari," ucapnya.

Menurutnya, jadwal penerbangan yang paling rawan terganggu adalah di pagi hari.

Alasannya, kondisi udara di waktu itu berkabut dan cukup menggangu jarak panjang (visibility).

"Makanya kalau jarak pandang itu bermasalah, maka kita minta mereka tidak mendarat. Biasanya pagi hari itu begitu berkabut sehingga tidak direkomendasikan pada jam tertentu. Dalam hal kalau sudah di atas jam 8 jam 9 (pagi) mereka bisa terbang terkadang masih ada kabut," jelas Mantan Dirut AP II itu.

Budi mengatakan, pihaknya akan terus memantau secara intensif kondisi terkini bagi aktivitas penerbangan.

Halaman
1234
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved