Jual Emas, Bukalapak Angkat Bicara Soal Aturan Perdagangan Emas Digital

Bappebi menyatakan belum ada perusahaan e-commerce yang mendaftar terkait penyelenggaraan perdagangan emas digital, salah satunya Bukalapak.

Jual Emas, Bukalapak Angkat Bicara Soal Aturan Perdagangan Emas Digital
(KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma Pertiwi)
Ilustrasi Bukalapak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebi) menyatakan belum ada perusahaan e-commerce yang mendaftar terkait penyelenggaraan perdagangan emas digital, salah satunya Bukalapak

Mengklarifikasi hal tersebut, Head of Invesment Solution Bukalapak Dhinda Arisyiya menyebutkan bahwa pihaknya bukan belum mendaftarkan diri di Bappebti.

Menurut dia, Bukalapak hanya sebagai intermediary alias perantara penjualan emas dari mitra bisnis yang telah memiliki lisensi. 

"Tentunya dalam fitur BukaEmas ini kita sebagai intermediary  dari partner-partner yang bekerja sama dengan kami. Jadi dalam hal ini, kembali lagi kami hanya perantara," kata Dhinda Arisyiya di Jakarta, Rabu (18/9). 

Dhinda menilai, sebagai intermediary pihaknya tidak menjual atau memperdagangkan emas secara langsung.

Sementara yang memerlukan lisensi dari Bappebti adalah pihak-pihak yang core bisnisnya memperdagangkan emas seperti mitra-mitranya. 

Dhinda mengatakan, pihaknya selalu mematuhi peraturan yang berlaku. Untuk itu, Bukalapak selalu memastikan seluruh mitranya memiliki lisensi dari regulator. Bukan hanya instrumen investasi emas, tapi juga instrumen investasi lainnya. 

"Salah satu proses standar operasional kami memastikan seluruh mitra yang bekerja sama dengan Bukalapak itu sudah berlisensi. Bukan hanya dengan Bappebti, kalau reksa dana harus terlisensi dari OJK," jelas dia. 

"Itu adalah salah satu hal yang memang menjadi prioritas dan kritikal bagi kami untuk memastikan seluruh partner yang bermitra dengan kami berlisensi dari masing-masing regulator yang memang berwenang," imbuh dia. 

Sebagai informasi, belum lama ini Bappebti mempermasalahkan banyak penyelenggara perdagangan emas digital yang belum mendaftar di Bursa Berjangka. Padahal, aturan tersebut sudah diterbitkan sejak Februari 2019 demi meningkatkan kepercayaan investor. 

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved