Real Estate Power Pilih Bidik Konsumen Akhir Dibandingkan Investor

Para konsumen end user atau orang tua, kini mempertimbangkan lokasi sekolah ketika membeli hunian

Real Estate Power Pilih Bidik Konsumen Akhir Dibandingkan Investor
istimewa
Salah satu proyek apartemen yang dikembangkan Repower Asia Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setiap proyek yang dibangun Real Estate Power (Repower) membidik lebih banyak konsumen akhir (end user) ketimbang para investor.

Karena itu, developer ini mengandalkan kekuatan konsep pengembangan berorientasi pendidikan (education oriented development /EOD), yakni menyediakan fasilitas pendidikan sekaligus hunian layak huni.

“Sekolah adalah fasilitas dari apartemen atau hunian tapak yang kami bangun. End user harus dominan, perbandingannya bisa 60:40. Sekolah atau fasilitas pendidikan adalah kekuatan hunian yang kami bangun atau kami sebut Real Estat Power alias Repower,” urai Andy Natanael, direktur PT Repower Asia Indonesia, di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Fasilitas pendidikan yang disediakan, lanjut dia, untuk usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Lalu, jenis sekolah yang dihadirkan disesuaikan dengan segmen yang dibidik di masing-masing proyek.

Baca: Melirik Prospek Investasi Properti di Banjarbaru

“Para konsumen end user atau orang tua, kini mempertimbangkan lokasi sekolah ketika membeli hunian. Segmen ini yang ingin kami bidik,” tegas Andy Natanael.

Menurut dia, kenyamanan utama para orang tua adalah memberi pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Semakin dekat lokasi sekolah dengan kualitas pendidikan yang bermutu, kian mendorong konsumen untuk membeli hunian yang ditawarkan.

“Konsumen tipe ini kebanyakan adalah end user, bukan investor. Walau, tentu saja hunian yang kami bangun dapat juga sekaligus sebagai instrumen investasi,” katanya.

Andy Natanael mengatakan, bila mayoritas apartemen yang dibangunnya dimiliki oleh investor, dikhawatirkan terjadi penurunan harga di pasar sekunder.

Misal, bila apartemen dimiliki oleh berkisar 70-90% investor yang semata mencari keuntungan (capital gain), harga di pasar sekunder akan melemah.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved