Tokopedia Diklaim Jadi Tempat Jualan 200 Juta Produk

Tokopedia mencatat peningkatan jumlah penjual maupun produk terdaftar dari bulan sebelumnya.

Tokopedia Diklaim Jadi Tempat Jualan 200 Juta Produk
Ist
Tokopedia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan e-commerce berstatus unicorn, Tokopedia mencatat peningkatan jumlah penjual maupun produk terdaftar dari bulan sebelumnya.

Hal itu dipaparkan VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

“Data internal Agustus 2019, terdapat peningkatan jumlah penjual di Tokopedia, dari yang sebelumnya 6,2 juta menjadi 6,4 juta. Artinya ada sejumlah pebisnis online pemula, yang notabene pegiat baru UMKM Indonesia, penyumbang lebih dari 60 persen perekonomian negara,” kata Nuraini.

Di sisi lain, dalam sebulan, jumlah produk terdaftar yang siap dibeli di Tokopedia dengan harga transparan juga mengalami peningkatan sebesar 30 persen, dari 150 juta menjadi 200 juta.

Peningkatan tersebut berbanding lurus dengan kebutuhan akan sumber daya manusia sebagai aset paling berharga. Saat ini, jumlah karyawan Tokopedia juga tumbuh mencapai lebih dari 4.500 orang.

Baca: Tokopedia Care di Puri Kembangan Beroperasi 24 Jam Penuh

Masyarakat Indonesia, khususnya pengguna aktif bulanan Tokopedia yang berjumlah 90 juta, kini memiliki lebih banyak alternatif dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui Tokopedia.

Ditambah lagi dengan keberadaan 33 produk digital yang bisa menghemat waktu pengguna, misal dalam membeli pulsa atau token listrik, membayar air, pajak, donasi, zakat dan lain sebagainya.

Peningkatan, baik terkait jumlah pengguna, produk terdaftar maupun bisnis secara keseluruhan, berbanding lurus dengan kebutuhan akan sumber daya manusia sebagai aset paling berharga menurut Tokopedia.

“Kami percaya bahwa dibutuhkan talenta terbaik untuk menciptakan produk terbaik yang bisa mempermudah masyarakat Indonesia. Maka Tokopedia secara konsisten merekrut putra-putri terbaik bangsa yang punya misi besar sama untuk Indonesia, yaitu melakukan pemerataan ekonomi secara digital,” ujar Nuraini.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved