Menhub Budi Minta Tol Layang Japek Bisa Pangkas Waktu Lebih dari Setengah Jam

Budi Karya Sumadi menginstruksikan operator dan stakeholder agar proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) dapat memangkas banyak waktu.

Menhub Budi Minta Tol Layang Japek Bisa Pangkas Waktu Lebih dari Setengah Jam
Tribunnews.com/Reynas Abdila
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi (kiri) dengan Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono saat berada di Tol Layang Japek, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2019). (Tribunnews/Reynas) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menginstruksikan operator dan stakeholder agar proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) dapat memangkas banyak waktu.

"Menurut saya kalau bisa jangan cuma setengah jam. Kalau biasa ke Bandung saat macet-macetnya lima jam, dengan adanya tol layamg paling tidak jadi tiga jam," kata Budi Karya Sumadi saat meninjau Tol Japek II, Bekasi, Minggu (22/9/2019).

Menteri Budi menjelaskan harus ada rekayasa sebelum Tol Layang Japek ini dioperasionalkan secara resmi awal Desember 2019.

Baca: Segudang Masalah Akibat Penyakit Katarak, Berikut Kisah Naryo

"Kalau ini beroperasi sehingga memberikan manfaat yang maksimal. Terutama soal safety, tidak ada outlet, ini juga jadi perhatian kami. Ini harus diskenariokan dalam keadaan terburuk," ucap Budi.

Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), Djoko Dwijono memastikan, konstruksi fisik rampung pada Oktober ini.

Pekerjaan fisik telah mencapai 96,5 persen.

Peta Jalan Tol Japek II Selatan
Peta Jalan Tol Japek II Selatan (Dok. PT JJS)

Ini artinya sisa pekerjaan tinggal 3,5 persen, menyangkut hal-hal minor seperti pengaspalan, pemasangan rambu dan marka jalan, pembangunan gardu tol, hingga kantor pengelola tol.

"Sisanya 10 bentang lagi mudah-mudahan selesai minggu depan. Aspal 30 persen tetapi secara masif kita bisa selesaikan sekaligus. Sisanya memang kecil-kecil seperti keselamatan rambu saat operasional nanti," tuturnya.

Direktur Operasional Jasa Marga Subakti Syukur menambahkan keberadaan Tol Layang Japek dapat mengurai kepadatan yang volume hariannya mencapai 70 ribuan kendaraan.

Baca: Perselingkuhan Guru Cantik Berseragam PNS Pemprov Jabar Terkuak Setelah Tersebarnya Video Syur

"Kami inginnya agar tol layang terintegrasi sehingga masyarakat bisa memilih atas bawah," tutur Subakti.

Pihak Jasa Marga menyampaikan pada 23 September 2019, Tol Layang Japek akan diuji beban 16 truk yang dibebani 40 ton.

Uji beban adalah rangkaian sebelum uji coba dan pemasangan marka rambu jalan.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved