Pelaku Industri Pengolahan Air Mulai Jalankan Peta Jalan Revolusi Industri Berbasis Teknologi Cloud

Pelaku industri pengolahan air mulai mengimplementasi peta jalan revolusi industri 4.0 berbasis teknologi cloud (awan) di sektor hulu, proses antara,

Pelaku Industri Pengolahan Air Mulai Jalankan Peta Jalan Revolusi Industri Berbasis Teknologi Cloud
ISTIMEWA
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaku industri pengolahan air mulai mengimplementasi peta jalan revolusi industri 4.0 berbasis teknologi cloud (awan) di sektor hulu, proses antara, dan hilir.

Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) menyatakan, salah satu manfaat penerapan teknologi komputasi awan adalah keputusan bisnis di sektor industri pengolahan air dapat diambil secara real time, guna mengoptimalkan proses produksi dan meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Supriadi menjelaskan, bagi produsen pengolahan air, digitalisasi dapat meningkatkan kompetensi.

Adapun dari sisi hilir, informasi kepuasan pelanggan dapat menjadi basis peningkatan kualitas layanan ke depan.

Baca: Detik-detik Densus 88 Ledakan Bom Rakitan Milik Terduga Teroris Cilincing

Baca: Hari Ini Harusnya Diperiksa Polisi Terkait Kasus Penipuan, Baim Wong Mangkir

Baca: Andrea Dovizioso Mengaku Dibantu 2 Pembalap Rival untuk Raih Finis di Podium MotoGP Aragon 2019

"Penerapan teknologi revolusi industri 4.0 ini dilakukan di sektor hulu, proses, dan hilir dari industri. Misalnya di sektor pengolahan air minum, dimana penempatan sensor-sensor menjadi bagian dari program digitalisasi dapat menentukan suplai air, kualitas, dan kuantitas air secara real time," kata Supriadi dalam keterangannya, Senin (23/9/2019).

Supriadi mengungkapkan, revolusi industri 4.0 memang mendorong penerapan teknologi terbaruyang real time berbasis internet of things (IoT) dan komputasi awan.

Menurut dia, syarat revolusi industri 4.0 memang terkait real time, IoT, dan komputasi awan. Data-data bisa disimpan di komputasi awan dan dimanfaatkan sebagai bahan analisis untuk menentukan keputusan bisnis secara real time.

Dengan pemanfaatan secara real time dan tersimpan di cloud, lanjut dia, faktor keamanan siber (cyber security) juga harus diperhatikan. Ini agar pemanfaatan data dari program digitalisasi dapat dioptimalkan secara lebih bertanggung jawab dan menghindari kebocoran data.

Kemenperin pun telah melakukan asesmen yang menghasilkan temuan bahwa para pelaku industri nasional termasuk sektor pengolahan air mulai menerapkan konsep 4.0, bukan hanya untuk menerapkan teknologi terbaru, tapi juga untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas, guna mengakselerasi pertumbuhan industri dan ekonomi secara nasional.

Adapun VP Product Management, Cloud, & UC Telkomtelstra Arief Rakhmatsyah menjelaskan dalam implementasi revolusi industri 4.0, otomatis fundamental utamanya adalah layanan cloud.

"Kita tidak bisa bicara yang lain dalam kerangka revolusi industri 4.0, jika masih menggunakan computing model lama," sebutnya.

Menurut Arief, cloud sebagai salah satu teknologi paling maju telah diterima secara luas disebagian besar industri di Indonesia terutama sektor keuangan.

Teknologi cloud dapat membantu dalam memberikan langkah-langkah berbasis hasil lebih banyak, membantu inovasi dan dapat diukur di sejumlah kriteria, seperti peningkatan efisiensi dan penghematan biaya.

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Kemenperin: Komputasi Awal Sudah Diterapkan di Industri Pengolahan Air 

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved