Setelah Jawa dan Betawi, Gebyar Pernikahan Indonesia ke-12 Angkat Budaya Aceh, Ini Keunggulannya

Setelah sukses membawakan budaya Jawa dan Betawi, Parakrama Organizer kembali menyelenggarakan Gebyar Pernikahan Indonesia ke-12.

Setelah Jawa dan Betawi, Gebyar Pernikahan Indonesia ke-12 Angkat Budaya Aceh, Ini Keunggulannya
ISTIMEWA
Foto bersama seusai konferensi pers Gebyar Pernikahan Indonesia ke-12 di Balai Kartini Jakarta, Kamis (26/9/2019) 

Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI)  Edisi Ke – 12 akan diselenggarakan selama 3 hari, Jumat sampai Minggu,  tanggal 4 – 6 Oktober 2019 di Kartika Expo, Balai Kartini – Jakarta. Waktu Pameran Jumat pukul 12.00 – 23.00 WIB, Sabtu dan Minggu Pukul 10.00 – 22.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp.25.000 per orang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Setelah sukses membawakan budaya Jawa dan Betawi, Parakrama Organizer kembali menyelenggarakan Gebyar Pernikahan Indonesia ke-12.

Acara bakal digelar pada 4 – 6 Oktober 2019 di Balai Kartini Jakarta dengan mengangkat pesona prosesi pernikahan Aceh.

Direktur Parakrama Organizer, Arief Rachman menyatakan, Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) ke-12 ini menghadirkan ratusan vendor pernikahan tradisional terbaik dari seluruh Indonesia.

“Setelah budaya Jawa dan Betawi, kini giliran Aceh yang memeriahkan acara pembukaan GPI ke-12,” ujar Arief kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Arief berharap, GPI ke-12 ini menjadi solusi tepat, dan memberi kemudahan bagi para calon pengantin untuk mendapatkan seluruh kebutuhan, informasi, dan inspirasi pesta pernikahannya dalam satu tempat.

Arief mengatakan, dalam setiap  penyelenggaraan GPI pihaknya selalu membawakan budaya yang berbeda.

Hal ini sejalan dengan komitmennya untuk turut aktif melestarikan kekayaan budaya bangsa sekaligus mempromosikan dan mengajak generasi muda agar mencintai budaya daerah serta bangga memilih adat tradisional sebagai tema pesta pernikahannya.

Untuk menyelenggarakan GPI ke-12 ini, Parakrama Organizer bekerja sama dengan Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (Hastana Indonesia), Cut Marlyn Decoration, dan Dewwi Music.

Arif Rachman menyebutkan dari sisi bisnis perkembangan industri kebutuhan pernikahan tradisional di Indonesia masih menjanjikan.

Halaman
123
Penulis: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved