Survei Paxel: Penjual Online Andalkan Whatsapp & Instagram Dalam Memasarkan Dagangan

Startup logistik berbasis teknologi, Paxel telah melakukan survei terhadaplebih dari 535 penjual online di Indonesia

Survei Paxel: Penjual Online Andalkan Whatsapp & Instagram Dalam Memasarkan Dagangan
dok. paxel
(kiri-kanan) Bryant Christanto - Smita - Gabcit - Zaldy Ilham Masita usai jumpa persnya di Cohive 101, Lantai 2 Ruang 2, Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/10/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Startup logistik berbasis teknologi, Paxel telah melakukan survei terhadaplebih dari 535 penjual online di Indonesia. Penjual online itu terdiri dari Usaha Kecil Menengah yang berjualan secara online itu mengandalkan WhatsApp dibandingkan situs e-commerce atau marketplace.

Meski Whatsapp & Instagram jadi pilihan utama para penjual online, 87% dari mereka menggunakan lebih dari satu platform untuk memasarkan barang dagangannya.

Secara berurutan, platform yang paling sering digunakan UKM penjual online pilihan adalah WhatsApp (84%), Instagram (81%), Shopee (53%), Facebook (36%), disusul dengan Tokopedia (29%) dan Bukalapak (18%).

Paxel Buy & Send Insights juga menemukan bahwa kepemilikan toko fisik pada era digital tidak lagi relevan. Sebanyak 83% dari penjual online tidak memiliki toko fisik sebagai tempat berjualan.

Ada sekitar 14% penjual online yang pernah memiliki toko fisik, kini telah menutupnya dan beralih sepenuhnya ke toko online. Alasan utamanya adalah berjualan online mendatangkan pemasukan lebih tinggi, sesuai dengan perkembangan zaman, dapat menekan biaya overhead, dan merasa berjualan offline lebih menyulitkan.

Bahkan, 66% penjual online merasa pendapatan dari berjualan online sudah lebih tinggi daripada  ketika dulu berjualan lewat toko fisik.

“UKM di Indonesia terus berubah, dan sekarang kita harus lebih mengerti mereka ketimbang sepuluh tahun lalu. Makanya Paxel Buy & Send Insights ini dibuat untuk mengetahui karakter UKM penjual online saat ini. Apa yang penting dan tidak penting bagi mereka, bagaimana mereka memasarkan dan sampai mengirim barang dagangannya ke konsumen," ungkap COO Paxel, Zaldy Ilham Masita dalam jumpa persnya di Cohive 101, Lantai 2 Ruang 2, Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/10/2019).

Dalam survei Paxel Buy & Send Insights  juga terungkap bahwa UKM penjual online Indonesia saat ini semakin mengandalkan jasa logistik tiba di hari yang sama alias same day delivery. 

Sebanyak 36% penjual online merasa kecepatan pengiriman barang lebih penting ketimbang ongkos kirim yang murah. Setelah menggunakan jasa same day delivery, 97% penjual online mengalami peningkatan volume pengiriman barang dagangan.

Jasa logistik same day delivery yang menjadi favorit 75% UKM penjual online di Indonesia adalah Paxel, diikuti ojek online sebanyak 25%. Jangkauan pengiriman barang same day delivery yang bisa menjangkau antarkota menjadi alasan utama, diikuti dengan jelasnya waktu penjemputan, baru diikuti dengan ongkos kirim yang masuk akal.

Salah satu UKM penjual online yang mengutamakan kecepatan dan jangkauan pengiriman ketimbang harga yang murah adalah Gabriella Citra, pendiri usaha kuliner @mamasakan. 

“Bagi UKM seperti Mamasakan, sangat penting makanan yang kami kirim cepat sampai, apalagi bisa keluar kota. Begitu makan sampai ditujuan, saya bisa segera terima uang penjualan dan bisa berbelanja lebih cepat dari biasanya. Akhirnya perputaran uang di Mamasakan jadi lebih cepat," tuturnya.

Seperti diketahui, Paxel Buy & Send Insights adalah survei yang diadakan oleh Paxel bekerjasama dengan lembaga riset Provetics. Survei ini melibatkan 535 UKM penjual online di Indonesia, pada rentang waktu 29 Juli sampai 4 Agustus 2019.

Satu dari dua UKM penjual online yang disurvei adalah penjual makanan yang selama ini mengandalkan jasa logistik same day delivery seperti Paxel.

Sebanyak 34% UKM penjual online Paxel Buy & Send Insights sudah berjualan lebih dari dua tahun (veteran), 33% berjualan online selama satu hingga dua tahun (berpengalaman), dan 33% sisanya baru berjualan online kurang dari satu tahun (pemula).

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved