Digunakan Bayar Utang, Cadangan Devisa Indonesia Turun 2,1 Milar Dollar AS

Cadangan devisi Indonesia pada akhir September 2019 mencapai 124,3 miliar dolar AS. Posisi ini turun 2,1 miliar dollar AS

Digunakan Bayar Utang, Cadangan Devisa Indonesia Turun 2,1 Milar Dollar AS
Warta Kota/Henry Lopulalan
TUKAR DOLAR - Suasana pertukaran uang PT Ayu Masagung Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018). Banyak orang yang menjual uang dollarnya dan tak sedikit juga orang yang membeli dollar karena takut semakin naik nilai tukar dollar AS mendekati 15.000 rupiah. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM - Cadangan devisi Indonesia pada akhir September 2019 mencapai 124,3 miliar dolar AS. Posisi ini turun 2,1 miliar dollar AS dibandingkan akhir Agustus 2019 sebesar 126,4 miliar dolar AS.

Dalam siaran persnya Senin (7/10/2019), Bank Indonesia menilai, posisi tersebut masuk cukup tinggi.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," sebut BI.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Baca: Bank Indonesia: Cadangan Devisa Bulan Agustus Naaik Jadi 126,4 Miliar Dolar AS

Adapun penurunan cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik," tambah BI.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bayar Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Indonesia Turun"

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved